Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat diragukan, NH-Aziz sah jadi Paslon Gubernur Sulsel

Sempat diragukan, NH-Aziz sah jadi Paslon Gubernur Sulsel Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar akhirnya resmi ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur Sulawesi Selatan 2018. Pasangan tersebut merupakan satu dari empat pasangan calon yang ditetapkan oleh KPU Sulsel, pada rapat pleno di Makassar, Senin (12/2).

“Para kandidat resmi ditetapkan sebagai pasangan calon, setelah memenuhi syarat,” kata Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief pada rapat pleno.

Sebelum tahapan penetapan pasangan calon, Nurdin Halid dan Aziz Qahhar beberapa kali diisukan batal bertarung. Berbagai wacana dilontarkan terkait kemungkinan mereka mengurungkan niat.

Salah satu isu beberapa waktu lalu adalah, Nurdin diharuskan berkonsentrasi di DPP Partai Golkar. Apalagi saat itu ‘Partai Beringin’ tengah diterpa prahara pada masa penggantian ketua umum.

Berkali-kali diterpa isu, berkali-kali pula Nurdin Halid memastikan komitmennya di Pilgub Sulsel. Ketua Bidang Pratama DPP Golkar itu menyatakan niatnya membangun kampung sudah bulat dan dipertimbangkan secara matang.

Nurdin juga terang-terangan menyatakan tiga kali menolak jabatan ketua umum Partai Golkar. Baginya, saat ini lebih penting untuk mengabdikan diri sebagai pemimpin di tanah kelahiran.

“Saya tidak mengejar kekuasaan. Saya mau mengabdi di Sulawesi Selatan,” kata Nurdin.

Juru bicara pasangan NH-Aziz, Risman Pasigai mengatakan bahwa Nurdin dan Aziz ingin mengabdikan diri menjadi gubernur bagi semua masyarakat. Hal itu akan diwujudkan melalui program Membangun Kampung.

Program ini, kata Risman, merupakan jawaban atas kenyataan di Sulsel selama ini. Di mana arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi selalu timpang, lebih mengutamakan perkotaan. Sedangkan masyarakat di kampung cenderung terabaikan.

"Bukan berarti bahwa hanya ingin mengabdi untuk orang kampung saja, tapi untuk semua. Program membangun kampung ini diusung untuk pemerataan pembangunan di Sulsel, salah satunya di kampung yang selama ini seperti terabaikan," kata Risman.

Risman yang juga pengurus DPP KNPI ini mengatakan, niat NH-Aziz untuk membangun kampung adalah tekad bulat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Sulsel yang agraris.

"Karena itu, wajarlah kalau Pak NH dan Pak Aziz ingin mewakafkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubenurnya orang kampung. Karena segala program beliau berdasarkan keinginan masyarakat kampung,” ujar Risman. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP