Semakin kuat sinyal Ical mundur dari kursi Ketua Umum Golkar
Merdeka.com - Beberapa hari jelang digelarnya Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang digagas pengurus Golkar hasil Munas Bali, beredar isu yang menyebutkan bahwa Aburizal Bakrie bakal mundur dari kursi umum partai berlambang pohon beringin ini. Isu tersebut berhembus di saat kisruh internal dan dualisme kepemimpinan dalam tubuh Partai Golkar tak kunjung menemukan titik terang.
Disebut-sebut Ical membidik kursi ketua dewan pertimbangan (wantim) Partai Golkar. Sejalan dengan itu, muncul pemikiran untuk memperluas wewenang dewan pertimbangan partai. Mulai dari kekuasaan untuk menyelesaikan konflik internal sampai penentuan sikap politik dan calon presiden yang diusung partai penguasa orde baru ini.
Secara perlahan tabir kebenaran isu tersebut terbuka. Kepastian kabar tersebut disampaikan langsung oleh Aburizal Bakrie, loyalisnya, hingga ketua wantim Partai Golkar saat ini Akbar Tandjung. Merdeka.com merangkumnya, berikut paparannya.
Ical: Saya tak maju ketum lagi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApabila Munaslub benar-benar digelar, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie memastikan diri siap meninggalkan kursi orang nomor satu di partai berlambang beringin.
"Saya rasa kalau sudah ada Munaslub saya rasa tidak maju lagi," kata Ical usai Rapimnas Partai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (23/1).
Ical: Kader Golkar banyak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie sudah siap meninggalkan kursi orang nomor satu Golkar. Dia yakin banyak kader yang punya kompetensi duduk di kursi ketua umum.Â
"Golkar itu kadernya banyak sekali. Biar nanti yang milih yang punya hak suara," ujar Ical.Â
Ical beri sinyal jadi wantim Golkar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical) memastikan tak akan maju sebagai Ketua Umum apabila Musyawarah Nasional Luar biasa (Munaslub) digelar. Meski begitu, Ical tidak membantah soal informasi dia akan menduduki posisi baru sebagai Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar jika nantinya lengser.
Ical menyatakan, keputusan menempatkannya sebagai Wantim Partai merupakan wewenang dari pengurus Golkar yang baru. "Biasanya begitu. Tapi enggak tahu ya terserah pengurus yang baru," kata Ical usai Rapimnas Partai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (23/1).
Kalau digelar Munas, Ical muncur ketum
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Ical, Ahmadi Noor Supit menyatakan apabila desakan Munas memang tak terbendung dan harus dijalankan, dia menyebut ada wacana menetapkan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai.
"Wacana itu memang ada. Tapi kalau Munas memang digelar," kata Sopit saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (23/1).
Jika Ical ditetapkan sebagai Wantim, maka wewenangnya akan diperluas. Selama ini, tugas seorang Wantim hanya memberikan pertimbangan. Namun, pertimbangan tersebut bisa diterima ataupun ditolak Ketua Umum. "Ya kan kalau orang mau jadi Wantim pasti mau wewenangnya diperluas," katanya.
Akbar Tandjung dengar kabar Ical mau mundur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung mengaku tahu adanya kabar pengunduran diri Ketua umum Golkar munas Bali Aburizal Bakrie (Ical). Sebab dirinya sudah pernah bertemu dengan Ical.
"Saya dengar itu. Tapi waktu ngomong dengan saya tidak ada hal itu," kata Akbar Tandjung di Kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta, Jumat (22/1).
Namun, Akbar membantah bahwa Ical akan mengundurkan diri. Menurut dia, Ical tak mungkin mengambil sikap pengunduran diri sebelum ada munas partai berlambang beringin tersebut.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya