Selisih suara tipis, Pilkada Banten jadi perhatian Kapolri
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, hasil quick count Pilkada Banten yang selisih suaranya tipis antara pasangan nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan nomor urut 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarif, menjadi perhatiannya untuk melakukan pengaman hingga real count.
"Di Banten perbedaan suara cukup tipis, tapi tidak ada insiden. Dengan hasil quick count, ini jadi indikasi untuk menjaga agar pemilu tetap berjalan secara objektif, karena yang menentukan itu real count. Jadi surat suara dari TPS, PPK sampai ke KPU akan dikawal," jelasnya di Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (16/2).
Tito mengatakan, wilayah Tangerang (Kota, Kabupaten dan Tangsel) memiliki ciri khas dari sudut pandang administrasi keamanan. Ada sebagian masuk wilayah Polda Metro Jaya dan Polda Banten serta Kodam Jaya dan Korem.
"Oleh karena itu, perlu ada koordinasi kewilayahan untuk antisipasi kerawanan saat penghitungan suara, sehingga berjalan lancar, jujur, adil dan objetif," tukas Tito yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan.
Tito menilai, Pilkada di Banten sudah berjalan dengan baik seperti daerah lainnya. Ini menunjukkan masyarakat Banten telah dewasa dalam berdemokrasi.
"Kita berharap kepada masyarakat agar betul-betul mendukung proses penghitungan suara agar berjalan lancar tanpa ada keberatan," ungkapnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya