Sekretaris Fraksi PDIP bantah jual rekomendasi Pilgub Jateng

Reporter : Hery H Winarno | Rabu, 6 Februari 2013 11:35




Sekretaris Fraksi PDIP bantah jual rekomendasi Pilgub Jateng
pdip daftar ke kpu. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kabar tak sedap beredar terkait rekomendasi penetapan calon gubernur dari PDI Perjuangan. Salah satu dari empat bakal calon gubernur (cagub), yaitu Hadi Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Sekda Pemprov Jateng dikabarkan menyetor uang Rp 35 miliar untuk melancarkan proses rekomendasi.

Kabar yang beredar melalui pesan singkat (SMS) itu menyebut, Hadi telah menyetorkan uang senilai Rp 35 miliar. Pesan singkat ini beredar di kalangan wartawan, politisi Jateng serta di lingkungan pejabat Pemprov Jateng.

Uang pelicin itu diserahkan Hadi melalui dua orang kader PDIP, yaitu Ketua DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR Bambang Wuryanto yang juga Ketua Bidang Migas dan ESDM DPP PDIP.

Namun kabar itu langsung dibantah dengan tegas oleh Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul.

"Pernah ada kabar atau ucapan bahwa Bambang pacul ini terima duit tidak sah? Harusnya dilihat dulu rekam jejak seseorang jangan langsung menghakimi. Dari rekam jejak integritas dan kapasitas orang bisa diketahui," ujar Bambang kepada merdeka.com, Rabu (6/2).

Menurut Bambang, dirinya tidak pernah meminta atau menjual rekomendasi kepada kader PDI Perjuangan. "Sebaiknya ditanyakan langsung kepada Hadi Prabowo apa benar Bambang Pacul terima duit dari dia," cetus Bambang.

Sejak dirinya dilantik menjadi sekretaris fraksi dan pengurus di DPP, Bambang mengungkapkan Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah mewanti-wanti agar tidak menerima uang tidak sah.

"Apalagi sampai menjual rekomendasi. Begitu pesan Ketua Umum dan saya pegang teguh amanat itu. Mana pernah Bambang Pacul ini terima uang yang tidak sah," tegas pria asal Solo ini.

Sebelumnya Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Agustina Wilujeng juga membantah jika dirinya menjadi 'broker money politic'.

"Waspada saja. Soalnya SMS soal Pak Hadi Prabowo sudah setor Rp 35 miliar itu tidak benar. Saya saja juga tidak punya nomornya Pak Hadi Prabowo. Saya kira Pak Hadi Prabowo tidak sebodoh itu mau menyetor uang hanya Rp 35 miliar. Kalau Rp 200 miliar atau lebih itu baru bisa dipertanyakan. Kayaknya ada pihak-pihak yang sengaja embuskan itu," ungkap Agustina.

Dia menyatakan upaya mengembuskan isu dilakukan oleh pihak yang tidak menyenangi figur Hadi Prabowo. Selain itu, upaya mengembuskan isu politik uang yang diduga dilakukan partai pesaing di Pilgub Jateng untuk merendahkan kecerdasan beberapa tokoh partai.

"Yah memang isunya itu santer. Itu tidak benar. Justru itu dilakukan menunjukkan bahwa orang yang mengembuskan isu merendahkan tingkat kecerdasan orang. Kalau ada isu uang kepada saya itu salah alamat," tegas Agustina.

[hhw]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pilgub Jateng

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Memanas, China 'hadiahi' denda USD 140 juta pada Microsoft
  • Kutuk Presidium, seluruh DPD I Golkar minta Ical hukum Agung dkk
  • Nasib Petral ditentukan enam bulan ke depan
  • Kapolda: Sepertiga pasukan siap amankan Munas Golkar di Bali
  • 3 Bulan dilantik, DPRD DKI tak kunjung bekerja
  • Kasus pembakaran hutan, 2 bos PT NSP akhirnya dikerangkeng
  • KPK kebakaran jenggot disebut main mata dengan BCA
  • Bupati Sragen tak akan tutup wisata Kemukus, cuma akan usir PSK
  • Mendagri sebut KPK ikut telaah kegagalan fungsi e-KTP
  • Jemur nasi basi di tepi rel, nenek Rani tewas tersambar kereta
  • SHOW MORE