Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen PDIP Akui Dipanggil Mega bersama Puan Usai Gaduh soal Ganjar

Sekjen PDIP Akui Dipanggil Mega bersama Puan Usai Gaduh soal Ganjar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. ©Istimewa

Merdeka.com - Paska tak diundangnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat acara konsolidasi internal PDI Perjuangan yang dihadiri oleh Puan Maharani, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memanggil sejumlah tokoh pada 23 Mei 2021 yang lalu.

Dalam pertemuan di Jalan Teuku Umar itu, Megawati memanggil Puan Maharani, Bambang 'Pacul' Wuryanto dan Hasto Kristiyanto. Salah satu pembahasan dalam rapat satu meja ini mengenai keributan paska konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Megawati dalam pertemuan itu disebut sempat meradang karena permasalahan internal partai justru ramai dibahas di ruang publik. Megawati tak mau ada ribut-ribut internal partai yang justru membuat gaduh di ruang publik.

Menanggapi pertemuan itu, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membantah jika ada pertemuan khusus membahas konflik internal partai usai Ganjar tak diundang ke konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Tengah.

"Kita (pertemuan itu) rapat partai. Kita rapat partaikan sering. (Itu) dihadiri juga (Ketua) DPW lain secara daring," kata Hasto saat pembukaan pameran AKARA di DPD PDI Perjuangan DIY, Sabtu (5/6).

Sebelumnya, Minggu 23 Mei 2021, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memanggil Puan Maharani, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul dan Hasto Kristiyanto. Mereka dikumpulkan dalam satu meja di Jalan Teuku Umar, kediaman Megawati.

Megawati meradang mendengar keributan yang terjadi pasca konsolidasi PDIP Jawa Tengah sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Mega menyesalkan, keributan di internal terkuak ke ruang publik. Pemicunya ketika Ganjar Pranowo tidak diundang dalam konsolidasi internal PDIP Jateng. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Puan Maharani. Loyalis Puan, Bambang Wuryanto mengakui, sengaja tak mengundang Ganjar saat itu.

Seorang sumber merdeka.com yang mengetahui pertemuan di Jalan Teuku Umar menuturkan, Megawati tak ingin ada ribut-ribut di internal. Apalagi karena soal calon presiden. Karena sesuai hasil kongres, urusan Capres ada di tangan ketua umum.

"Bu Mega minta mereka kerja saja dan tidak ribut," bisik sumber dari internal PDIP tersebut.

Baik Hasto maupun Bambang tidak menjawab pertanyaan merdeka.com soal pertemuan tersebut. Pesan elektronik yang disampaikan redaksi hanya terbaca dan tidak terbalas. Beredar kabar, Megawati memberi titah agar seluruh kader tidak lagi mengungkit lagi keributan di internal.

Politikus PDIP, Aria Bima juga menolak berkomentar. Dia mengaku tidak tahu menahu soal pertemuan itu.

"Saya tidak tahu, mikir Covid saja di dapilku," kata Aria saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (3/6).

Ketua DPP PDIP bidang Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning sempat terdiam saat disinggung mengenai pertemuan yang terjadi di rumah Mega. Dia tampak hati-hati bicara, mengaku tidak mengetahui pertemuan tersebut.

"Saya tidak dikasih tahu (pertemuan). Memang Pacul kan komandan di Jawa Tengah. Belakangan gini soal itu, benar atau enggak kan harusnya ditanya ke yang undang itu," ujar Ribka.

Begitu juga dengan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun. Ditemui di DPR, Komarudin diam seribu bahasa saat merdeka.com memberondong pertanyaan tentang pertemuan Megawati, Hasto, Puan dan Bambang Pacul.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP