Sekjen partai pendukung Jokowi temui Seskab minta data capaian kinerja pemerintah
Merdeka.com - Sekretaris jenderal partai pendukung Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung hari ini, Senin (7/5). Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan pertemuan itu bertujuan mendapatkan perkembangan soal capaian kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Pertemuan ini merupakan inisiatif dari beberapa sekjen parpol koalisi yang ingin mendapatkan update tentang kinerja dan capaian pemerintahan Jokowi-JK," katanya saat dihubungi, Senin (7/5).
Selain perkembangan atas kinerja pemerintah, kata Arsul, pertemuan itu juga membahas sejumlah isu yang digulirkan oleh kubu oposisi. Semisal, isu Perpres TKA hingga lesunya perekonomian.
"Dan sekaligus mendiskusikan beberapa isu yang selama ini ditembakkan oleh parpol-parpol non pemerintah dan elemen masyarakat tertentu, termasuk isu TKA, kelesuan ekonomi dan masalah penegakan hukum," ujarnya.
Menurut Arsul, Pramono telah menjelaskan kepada para sekjen koalisi pendukung Jokowi tentang capaian kinerja pemerintah.
"Menseskab dan tim yang mewakili pemerintah menjelaskan tentang capaian kinerja pemerintah baik secara kualitatif maupun dengan data kuantitatif," tandas Arsul.
Sekretaris-sekretaris Jenderal partai yang tergabung dalam koalisi pendukung Joko Widodo akan menggelar pertemuan. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk membangun persaudaraan dan koordinasi jelang Pilkada dan Pemilu Serentak 2019.
"Kami juga hari Senin juga akan mengadakan pertemuan seluruh sekjen dari partai-partai yang mengajukan dukungan, yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada bapak Jokowi," kata Hasto.
Ada sejumlah topik yang akan dibahas dalam pertemuan sekjen itu, diantaranya konsolidasi Pilkada 2018 serta sejumlah persoalan nasional yang belakangan terjadi.
"Terutama pemilukada serentak kemudian kami akan bahas beberapa kerja sama. Dan berbagai persoalan bangsa dan negara karena apa pun Golkar itu juga didirikan dengan semangat bung Karno untuk memperkuat kekaryaan bagi para politisi saat itu yang sukanya hanya berantem," jelasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya