Sekjen Golkar sebut soal penonaktifan Setnov sudah selesai
Merdeka.com - Partai Golkar menggelar rapat internal di The Sultan Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (5/10) malam. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengaku, rapat hanya membahas rencana perayaan ulang tahun partai ke-53 dan juga pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
"Jadi hari ini adalah rapat panitia peringatan hari ultah Partai Golkar ke 53 sekaligus pelaksanaan Rapat Kerja Nasional," kata Idrus di lokasi, Kamis (5/10).
Dia mengungkapkan, di hari jadinya Golkar akan melakukan beberapa perayaan. Sedangkan terkait dengan pelaksanaan Rakernas, tambah Idrus, di dalamnya akan dibahas soal pilkada dan juga taktik pemenangan pemilu. Termasuk strategi untuk memenangkan Joko Widodo dalam pertarungan Pemilihan Presiden 2019.
"Rakernas itu nanti secara khusus akan membahas tentang program-program pilkada dan pemenangan pemilu. Lebih khusus lagi langkah-langkah taktis yang akan dilakukan untuk mastikan bahwa pada Pilpres yang akan datang Jokowi menang minimal 65 persen itu yang kita sudah dapat," ungkapnya.
Idrus membantah jika disebutkan dalam Rakernas tersebut akan ada pembahasan mengenai hasil rekomendasi tim kajian. Dia menganggap masalah rekomendasi yang meminta Ketua Umum Golkar Setya Novanto mundur itu sudah selesai. "Tidak ada itu sudah selesai, ini sudah selesai semua," ucapnya.
Sebelumnya, Tim Kajian Elektabilitas diketuai oleh Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai. Yorrys bekerja sama dengan Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia Partai Golkar Letnan Jenderal (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus.
Tim Kajian Elektabilitas memaparkan hasil survei tentang elektabilitas Partai Golkar yang menurun. Elektabilitas partai menurun karena citra partai yang buruk. Hasil kajian lalu memunculkan sejumlah rekomendasi salah satunya meminta Setya Novanto mundur dari jabatannya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya