Sekjen Demokrat sebut SBY Khawatir Politik Identitas Kental di Kampanye Prabowo
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kekhwatiran Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait politik identitas dalam kampanye akbar capres 02 Prabowo Subianto di Jakarta. Seperti yang dituangkan SBY dalam suratnya supaya kampanye menekankan inklusifitas.
Hinca mengatakan, politik identitas yang dimaksud SBY karena kehadiran massa kampanye yang membawa identitas tertentu. Sebelum kampanye akbar diselenggarakan, pihak penyelenggara memang menghadirkan massa Alumni 212 yang identik dengan latar belakang Islam.
"Karena dilihat sejak awal dari perencanaanya untuk menghadirkan massa yang kita bisa lihat partainya, jadi dari luar cukup banyak membawa identitas itu," ujarnya di kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (8/4).
Menurut Hinca, SBY berpandangan politik identitas adalah politik tidak mempersatukan. Pesan utama dalam surat adalah supaya kampanye Prabowo tidak eksklusif untuk satu pihak.
Hinca berkata, kritikan SBY untuk Prabowo adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Sehingga wajar saja kritikan tersebut dilempar kepada paslon yang diusungnya.
"Mengkritik untuk memberi masukan kan boleh, tapi yang memutuskan tetap calon presiden. Berterimakasihlah kepada pengkritik, karena demokrasi tanpa kritik itu kurang baik," ucapnya.
Sebelumnya, SBY melayangkan surat kepada paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terkait kampanye akbar di Jakarta, Senin (7/4). SBY menilai konsep kampanye Prabowo tidak inklusif.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya