Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejak bertemu di Balaikota, Adhyaksa tak respek pada Ahok

Sejak bertemu di Balaikota, Adhyaksa tak respek pada Ahok Adhyaksa Dault cagub DKI. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Persaingan memperebutkan kursi Gubernur DKI Jakarta sudah memanas meski gelaran Pilgub masih setahun lagi. Sejumlah nama mulai berani tampil dan menyatakan diri sebagai penantang calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Salah satunya mantan Menpora Adhyaksa Dault.

Persaingan antara Adhyaksa dan Ahok cukup panas. Terutama setelah pertemuan mereka pada September 2015. Adhyaksa mengakui, sejak pertemuan itu dia tak menaruh respek pada Ahok. Alasannya karena Ahok menceritakan isi pertemuan empat mata yang dilakukan di Balaikota.

"Obrolan awalnya sudah sepakat tidak disebarkan ke mana saja. Namun, beberapa saat setelah bertemu, Pak Ahok malah menceritakan obrolan itu ke wartawan. Kok jadi begitu? Dia mengingkari. Semenjak itu saya jadi enggak respek sama Pak Ahok," ujar Adhyaksa di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (17/3).

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Ahok dianggap merugikannya. Sebab, dia jadi dicap antikristen. Padahal, saat diskusi dengan Ahok, dirinya menyampaikan perumpamaan di Sulawesi Utara yang sebagian besar penduduknya (beragama) Kristen, maka wajar pemimpinnya Kristen. Di Bali, Hindu, posisi wakilnya yang bisa dari agama lain. Di Jakarta, mayoritas kan Islam maka kalau Islam pemimpinnya, akan ia dukung sampai menjadi Presiden.

Menurutnya, Ahok salah mempersepsikan pernyataannya. "Pak Ahok bilang, 'saya enggak mungkin pindah Islam', padahal bukan itu maksud saya. Intinya maksud saya itu meski Pak Ahok bukan Islam, tapi harus menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh agama yang merupakan mayoritas penduduk di suatu daerah, termasuk dengan di Jakarta yang mayoritas islam," jelasnya.

Untuk membuktikan itu, Adhyaksa menerima dukungan dari Komunitas Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) yang mendaulatnya sebagai bakal Calon Gubernur DKI 2017. EMLI melakukan mengusulkan 12 nama tokoh Kristiani sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur mendampingi Adhyaksa.

"Saya sebenarnya bukan anti kristen. Itu salah persepsi saja menurut saya. Sebenarnya Pak Ahok tak bermaksud berbicara seperti itu, lagi pula itu sebenarnya merupakan pembahasan empat mata saya dengan Pak Ahok yang seharusnya tidak dipublish ke media," kata Adhyaksa.

Untuk diketahui, usai bertemu dengan Adhyaksa, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membeberkan isi pembicaraannya. Dia mengaku mereka berbincang mengenai pemilihan Gubernur DKI mendatang.

"Dia bilang, dia enggak nyalon sebetulnya," kata Ahok pada Rabu (30/9/15). Adhyaksa mengaku hanya dicalonkan untuk maju sebagai calon yang beragama Islam. Para pengusung Adhyaksa berharap ia dapat maju menjadi eksekutor muslim yang baik.

Ahok mengatakan tidak merasa tersaingi. Ahok tetap pada keyakinannya, yaitu semakin banyak yang maju, semakin baik. Lagi pula, menurut Ahok, pasar mereka berbeda. "Dia jualannya kepada orang yang tidak terima nonmuslim jadi gubernur," tuturnya. Meski begitu, dalam balutan seragam cokelat, Ahok mengatakan saling mendukung dengan Adhyaksa.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP