Sebut survei seperti martabak, Ahok diminta belajar lagi
Merdeka.com - Tim Pemenangan bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno tetap santai dengan banyaknya survei usai pendaftaran ke KPU DKI. Sebab mereka menganggap hasil riset tersebut sebagai referensi, bukan pedoman dalam menentukan langkah politik.
Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Syarief mengatakan, calon petahana Basuki Tjahaja Purnama untuk belajar membaca survei. Sebab seharusnya sebagai calon incumbent, setiap hasil riset yang ada harus menjadi perhatian dan perlu antisipasi lebih lanjut.
Basuki atau akrab disapa Ahok itu sempat enggan menanggapi hasil survei yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI). Bahkan dia menganggapnya hasil riset elektabilitas itu seperti martabak.
Anggota DPRD DKI Jakarta ini mengungkapkan, mantan Bupati Belitung Timur itu harus meminta bantuan kepada Tim Pemenangannya untuk membaca hasil survei. Jangan sampai menyampaikan pandangan terhadap hasil riset itu tanpa membacanya terlebih dahulu.
"Memang akhirnya kita harus objektif cara membaca survei. Kalau Pak Ahok gak bisa baca minta tolong tim pemenangan kalau gak bisa membaca survei. Prinsip membaca survei harus secara objektif, kalau gak paham jangan suudzon. Begitu juga tim Anies-Sandi setiap survei kami membaca sendiri, ada seneng ada enggaknya," terang Syarief dalam diskusi Polemik Radio Sindo di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10).
Syarief mengungkapkan, setelah mampu membaca hasil survei maka dapat menjadikannya sebagai satu referensi. Sebab dengan semakin banyak referensi, maka masukan dan program yang akan dibuat dapat semakin beragam.
"Saya mengatakan, survei hanya referensi dari banyak referensi, makin banyak orang membaca referensi makin pintar. Makin dikit orang membaca referensi ya ketinggalan. Survei bukan pedoman, tapi referensi tim pemenangan itu," tutupnya.
Sebelumnya Ahok enggan menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut elektabilitasnya semakin menurun.
"Sudah terlalu banyak survei. Enggak usah terlalu pusing," ujar Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan mengibaratkan survei-survei yang dihasilkan untuk melihat Pilgub DKI 2017 seperti martabak. Sehingga semua akan terlihat berbeda untuk semua pasangan bakal calon.
"Ya anggap saja kayak martabak, ada (martabak) Pecenongan, Minangkabau, ada Muara Karang kan semua ada rasa beda-beda," katanya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya