Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum temui Airlangga, DPD I Golkar lebih dulu temui Idrus Marham

Sebelum temui Airlangga, DPD I Golkar lebih dulu temui Idrus Marham Petinggi Golkar konpers kasus Setnov. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - DPD I Golkar rupanya tak cuma melakukan pertemuan dengan Airlangga Hartarto Rabu (29/11) semalam. Sejumlah DPD I Golkar juga menemui calon ketum Golkar lainnya yakni Idrus Marham sebelum bertemu Airlangga kemarin.

Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae mengakui pertemuan dengan Idrus. Sayang dia tak mau membeberkan dimana pertemuan itu berlangsung.

"Bukan cuma Airlangga, kita juga sudah datangi Idrus," kata Ridwan saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/11).

Ridwan mengatakan, Golkar belum tentu menggelar munaslub. Meskipun dia mengakui bahwa mayoritas DPD I Golkar ingin adanya pergantian ketua umum Golkar. Sebab, sang ketum Setya Novanto saat ini sudah menjadi tahanan KPK karena korupsi proyek e-KTP.

Menurut dia, apa yang dibahas saat bertemu Idrus Marham dan Airlangga tak jauh berbeda. Yakni bicara bagaimana menjaga soliditas Golkar ke depan. Yang terpenting dalam pembahasan semalam, tidak ada perpecahan kalaupun harus digelar Munaslub.

"Inikan sebenarnya tujuannya bagaimana tidak melahirkan perbedaan gitu, kalau jadi Munaslub, ya kalau bisa komprimistik, dalam artian semua faksi berada di dalam, semangatnya persatuan. Kalau itu arahnya bisa dua hal, tampil bersama-sama semua kader Golkar dengan bersaing di internal tapi kekeluargaan, semangat persatuan, bisa juga aklamasi kalau disepakati, politik itukan komprimistik," kata Ridwan membocorkan apa yang dibahas dalam pertemuan Idrus dan Airlangga.

Saat ditanya dimana pertemuan dengan Idrus berlangsung, Ridwan menolak memberitahu. "Ya adalah di suatu tempat di Jakarta," kata dia.

Idrus dan Airlangga sama-sama telah mendeklarasikan diri siap maju sebagai calon ketua umum Golkar. Bahkan keduanya juga mengklaim sudah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Novanto.

Tapi Ridwan menegaskan, dalam pertemuan dengan kedua calon ketum kemarin, tidak membahas tentang dukung mendukung. Tidak dibahas juga tentang kapan tanggal munaslub digelar.

"Sebenarnya ini kan dua tokoh (Idrus dan Airlangga), kita bicara bagaimana Goklar ke depan, kalaupun terjadi Munaslub sebagaimana keinginan mayoritas, itu adalah semangat persatuan, lainnya kongkow-kongkow saja," kata Ridwan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP