SBY sebut 100 juta warga Indonesia miskin, Wapres JK lebih percaya data BPS
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal 100 juta orang miskin di Indonesia. Dia meminta SBY melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang sudah teruji keabsahannya.
"Itu datanya BPS tentu valid," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/7).
Dia menjelaskan, data tersebut sudah diakui secara internasional. Namun, JK menjelaskan, data bisa saja berubah jika alat ukur apa yang digunakan dalam mencari angka kemiskinan berbeda.
"Tergantung ukuran apa yang kita pakai? Kalau ukuran yang kita pakai, ya ukuran yang diakui secara internasional, berpendapatan sekian per bulan berapa? Ada kurang lebih 15 faktor untuk mengetahui miskin atau tidak, rumahnya bagaimana," jelasnya.
Ditemui terpisah, Mensesneg Pratikno merespon terkait pernyataan masih ada 100 juta orang miskin di Indonesia. Dia meminta kepada SBY agar tidak berasumsi terkait angka kemiskinan yang ada di Indonesia serta melihat data yang sudah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Lihat aja data statistik. Kan barusan survei. Jadi ini jangan asumsi. Lihat aja data statistik," ujarnya di Gedung Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta Pusat.
Adapun SBY bicara soal jumlah penduduk miskin yang mencapai 100 juta ini saat berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. SBY yang mendukung Prabowo sebagai capres berharap mantan Danjen Kopassus itu bisa mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia apabila nantinya memenangi pemilu.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya