Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

SBY: Saya mantan presiden, bukan calon presiden

SBY: Saya mantan presiden, bukan calon presiden SBY tinjau pameran foto di DPR. ©2015 Merdeka.com/rizky

Merdeka.com - Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengklaim banyak aspirasi dari masyarakat yang rindu dan ingin kembali ke masa kepemimpinan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lewat aspirasi rakyat tersebut, Ibas berharap partainya dapat lebih dicintai oleh rakyat.

Menanggapi pernyataan anak bungsunya itu, SBY menegaskan bahwa dia adalah seorang mantan Presiden dan bukan seorang calon Presiden.

"Saya perlu klarifikasi, di sini banyak sahabat-sahabat saya, para insan pers. Di samping saya saat ini Ketua Umum Partai Demokrat, saya juga mantan presiden, bukan calon presiden," kata SBY dalam pidatonya di perayaan ulang tahun partainya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).

Dalam pidatonya itu, SBY berpesan kepada pada kader yang hadir, bahwa di hari ulang tahun partainya yang ke-14 ini merupakan sebuah momentum untuk berbenah diri. Oleh sebab itu, dia menginstruksikan kepada para kader yang duduk sebagai Kepala Daerah untuk mendukung seluruh program pemerintahan Joko Widodo yang berorientasi kepada kepentingan rakyat.

"Wajib hukumnya membantu penuh Presiden," kata SBY.

Namun demikian, apabila program yang telah dibuat oleh pemerintahan Jokowi tidak berpihak pada kepentingan rakyat di tengah pertumbuhan ekonomi yang sedang bergejolak saat ini, dia meminta seluruh kadernya untuk tidak segan melontarkan kritik.

"kritik tetapi dengan memberikan solusi dan rekomendasi kepada pemerintah," ujarnya.

Dia juga menginstruksikan untuk mengawasi penegakan hukum di era Jokowi agar tidak terjadi proses hukum menghukum yang tebang pilih. SBY juga meminta untuk mengawasi pengelolaan negara yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Pasalnya, kata dia, jika salah kelola rakyat yang akan merasakan dampaknya di masa mendatang.

"Kemudian mari kita awasi dengan kritik manakala ada keputusan, ada kebijakan yang menjadi bom waktu. Kritisi. Itu kalau dibiarkan bisa mengganggu kepentingan publik di masa mendatang," tukasnya.

Seperti diketahui, sempat muncul perdebatan pasal di UU tentang Pilpres bahwa ada peluang SBY bisa kembali mencalonkan diri. Namun SBY di sejumlah kesempatan menegaskan tak setuju dengan anggapan itu, menurut dia tidak ada peluang dirinya bisa lagi maju sebagai capres di 2019. Bahkan SBY mengaku tahu betul aturan itu karena saat penyusunan UU itu dirinya ikut mewakili TNI beberapa tahun lalu.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP