Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

SBY Kampanyekan Prabowo-Sandi di Injury Time, PKS Sebut 'Jagoan Turun Belakangan'

SBY Kampanyekan Prabowo-Sandi di Injury Time, PKS Sebut 'Jagoan Turun Belakangan' Mardani Ali Sera. ©2016 istimewa

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengomentari jadwal pernyataan Partai Demokrat yang akan mulai mengampanyekan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Maret mendatang. Menurut dia, jadwal kampanye Demokrat itu sudah pas.

"Enggak mepet. Justru pas. Karena strategi kami full speed di Maret 2019," kata Mardani pada wartawan, Senin (19/11).

Mardani mengatakan partai koalisi Prabowo-Sandi juga telah mengatur ritme kampanye. Ritme itu, lanjutnya, sesuai dengan strategi yang dirumuskan.

"Pak SBY paham bahwa jagoan turun belakangan. Dan komunikasi kami jalan baik dengan Demokrat. Koalisi Prabowo Sandi belajar untuk mengatur ritme kampanye sesuai dengan strategi. Fokus sekarang membangun kekuatan pasukan darat dan teritori," ungkapnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat akan segera menepati janjinya kepada Gerindra untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Demokrat mengklaim memiliki cara khusus dan berbeda dengan partai koalisi lainnya dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga.

"Demokrat bukan tidak mengkampanyekan Prabowo-Sandi, namun cara kami beda, tidak datang ke suatu tempat lalu teriak-teriak ke publik untuk pilih Prabowo-Sandi," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di Sekretariat Nasional (Seknas) Pemenangan Prabowo-Sandi, di Jakarta, Minggu (18/11). Seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, saat kader Demokrat datang ke suatu tempat, mereka menanyakan pilihan masyarakat di Pilpres 2019. Karena ada daerah yang mayoritas mendukung Jokowi, ada yang mayoritas memilih Prabowo dan ada juga pilihannya berimbang.

Ferdinand melanjutkan, jika ada masyarakat yang tetap menginginkan Jokowi, maka akan ditanyakan alasannya. Pihaknya akan menjelaskan dengan fakta-fakta yang terjadi saat ini.

"Lalu kami jelaskan dan sampaikan bahwa lebih baik memilih pemimpin baru, dan Demokrat berkoalisi dengan Prabowo-Sandi," ujarnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP