Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

SBY bentuk presiden harian?

SBY bentuk presiden harian? Presiden SBY. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) partai itu pada Sabtu (30/03) lalu. Namun demikian, agar pekerjaan tetap fokus sebagai kepala negara, SBY menunjuk Menteri Koperasi dan UMKM Syarief Hasan sebagai Ketua Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat partai.

Ketua harian ini bertugas mengawasi ke dalam dan ke luar kepartaian. Dengan menjabat ketua umum, orang nomor wahid di Indonesia itu kini merangkap jabatan; sebagai presiden sekaligus ketua umum partai. Banyak pihak menuding sikap SBY bakal mereduksi jabatan sebagai presiden, sehingga urusan rakyat terabaikan.

Misalnya Executive Director of Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda. Dia mengatakan rangkap jabatan yang dilakukan SBY justru mereduksi sistem pemerintahan yang dipimpinnya. Dengan demikian, fokus SBY di dalam pemerintahan menjadi berkurang."Ini tidak akan memberi teladan yang positif, apalagi dia juga pernah menegur menteri yang banyak urusi partai dibanding negara," tegasnya.

Bahkan berita tentang presiden yang merangkap jabatan ini sempat membuat publik bereaksi. Misalnya muncul lelucon di situs jejaring sosial. Lihat saja kicauan pemilik akun twitter @HarisRusly yang menulis; Apa benar Presiden SBY akan bentuk jabatan baru: PRESIDEN HARIAN RI?

Begitu pula dengan pemilik akun @DeretAksara yang menulis kicauan seperti ini; Pak Presiden.. Apa ngga capek urus negara sama parpol? | Ngga tuh.. | Hebat! | Ah biasa aja, kan ada Presiden harian. Sedangkan pemilik akun @beginu memilih berkicau begini; semoga presiden harian bergerak cepat.

Tetapi agaknya kritikan dan sindiran itu sudah diprediksi oleh SBY. Seperti dia katakan tatkala berpidato pertama kali setelah ditunjuk sebagai ketua umum. Ketika ditawari sebagai ketua umum, dia mengaku tidak langsung menanggapi dengan serius.

"Bagi saya ini dilematis, tidak mudah untuk meresponnya karena harus memilih seperti ini. Yang bisa merasakan situasinya adalah saya, istri dan keluarga saya," kata dia.

SBY juga mengaku sadar, pilihannya menjadi ketua umum akan mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan. Namun dia mengaku siap mendapat kritikan itu. Kritikan juga dia rasakan jauh sebelum menjadi ketua umum, tepatnya sejak mengambil alih partai paska penetapan status tersangka kepada Anas Urbaningrum, bekas Ketua Umum Partai itu.

"Saya telah diserang dan dikritik banyak kalangan dan sering amat berlebihan, berbagai serangan, antara lain tidak fokus pada pemerintahan, dianggap masih ingin kekuasaan. Itu sesuatu yang tidak ada pada diri saya," ujarnya. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP