Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandiaga sebut pembagian sembako coreng demokrasi cantik 18 bulan

Sandiaga sebut pembagian sembako coreng demokrasi cantik 18 bulan Sandiaga tanggapi Djarot ditolak salat Jumat di Masjid At-Tiq. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyesalkan dugaan praktik pembagian sembako murah menjelang pencoblosan oleh tim pemenangannya di wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sandiaga menilai proses demokrasi yang telah berjalan dengan baik beberapa waktu lalu pupus sudah lantaran adanya politik uang dalam bentuk sembako.

"Inilah yang membuat saya prihatin dan terenyuh. Proses (demokrasi) yang sangat cantik ini selama 18 bulan," kata Sandiaga di Kampus BSI Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (17/4).

Politikus Partai Gerindra ini meyakini masyarakat saat ini sudah terbiasa dengan demokrasi yang matang. Sayangnya, aksi bagi-bagi sembako itu pun merusak momen Pilgub DKI Jakarta yang tinggal menghitung hari ke masa pencoblosan.

"Ini menghalalkan segala cara. Warga kan sudah terbiasa dengan demokrasi yang sudah semakin matang, dirusak pada saat-saat terakhir," ungkap Sandiaga.

Sandiaga pun menyerukan untuk menghentikan berbagai kekonyolan semacam ini. Sebab, Pilkada bukan hanya terjadi di Jakarta saja tetapi juga banyak daerah lain yang juga akan melaksanakan Pilkada.

"Saya prihatin sekali dan saya himbau seruan sudahlah kan Pilkada bukan ini saja. Pilkada kan akan ada di ratusan daerah ke depan," ungkap Sandiaga.

"Masa Jakarta menunjukkan kekonyolannya seperti ini dan malu kita, harusnya malu sama warga Indonesia dan dunia yang lagi melihat," sambungnya.

Sandiaga pun tampak kecewa juga saat mengetahui salah satu rumah dinas anggota DPR dijadikan sebagai gudang sembako tersebut.

"Ini (sembako) ditaruhnya di kompleks pemerintah lagi. Apa yang mau kita omongin sama anak-anak muda. Gimana kita menarik orang-orang bagus ke politik kalau misalnya setelah orang berproses 18 bulan dihancurkan karirnya cuma karena serangan money politics yang dilakukan last minutes," papar Sandiaga.

Dia mempertanyakan tujuan pembagian sembako tersebut menjelang pemungutan suara Rabu (19/4) mendatang. "Kalau mau membantu, kenapa enggak dilakukan dulu-dulu? Kenapa baru sekarang beli suara? Janganlah ciderai demokrasi kita dengan kegiatan yang sangat kontra produktif," sergahnya.

Pengusaha ini pun meyakini pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga tak akan setuju bila aksi bagi-bagi sembako tersebut dilakukan oleh tim pemenangannya. "Dan saya yakin Pak Basuki juga enggak setuju kegiatan yang dilakukan oleh pendukungnya," pungkasnya.

Sebelumnya, tim pemenangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno menemukan dugaan praktik pembagian sembako murah di wilayah RT 6 RW 5, Mampang Prapatan 2, Jakarta Selatan. Paket sembako berisi minyak goreng, tepung dan beras itu dijual Rp 5 ribu.

"Saya baru dapat laporan tadi, semalam di Mampang Prapatan ada pembagian sembako dari harga Rp 50 ribu menjadi Rp 5 ribu," kata Wakil Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Cicurug, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).

Politikus Gerindra tersebut tidak menjelaskan rinci siapa yang membagikan paket tersebut. Dia menegaskan bukan dari pihaknya.

"Kami tidak bisa melakukan politik uang. Kami enggak ada bakat melakukan politik uang," dalihnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP