Sandi Harap Jokowi Saat Debat Tak Pakai Singkatan yang Awam Dikenal Publik
Merdeka.com - Cawapres Sandiaga Uno Ingin dalam debat capres antara Jokowi dan Prabowo Subianto tidak menggunakan singkatan yang awam dikenal publik. Sandiaga ingin dalam perdebatan gagasan dan pesan kedua capres bisa dipahami masyarakat.
"Singkatan itu timbul di (Debat Pilpres) 2014 dan di waktu (Debat Pilgub) 2017 juga. Saya sampaikan bahwa singkatan-singkatan tersebut nanti diklarifikasi saja, jangan kita tanyakan sebagai bentuk hafalan," kata Sandiaga di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (16/2) malam.
"Karena kita inginnya bahwa singkatan-singkatan tersebut juga dimengerti oleh masyarakat, karena mayoritas masyarakat Indonesia enggak mengerti singkatan-singkatan itu," sambungnya.
Sandi menekankan, Prabowo akan menyampaikan gagasannya secara gamblang tanpa singkatan yang awam didengar publik. Dalam debat Prabowo akan fokus pada gagasan ekonomi yang berkaitan dengan tema debat.
"Jadi ini bukan mengenai hafal-hafalan tetapi lebih bagaimana gagasan besar Pak Prabowo yang berbeda dengan Jokowi berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, bagaimana membangun swasembada pangan energi, lapangan kerja, harga bahan pokok terjangkau," tuturnya.
Dia menambahkan, Prabowo pasti rileks dalam menghadapi perdebatan besok.. Sebelum debat, Mantan Danjen Kopassus itu akan menggelar simulasi debat di kediamannya, Kertanegara bersama tim Badan Pemenangan Nasional. Dalam simulasi, Sandi akan berperan sebagai Jokowi.
"Kemarin kalau kita lagi simulasi dia banyak ketawa ketawa, terus saya bilang bapak sudah ngerti semuanya. Saya hanya ingin menambahkan data data terakhir dan tentunya saya berperan sebagai Pak Jokowi begitu yang memberikan pertanyaan kepada beliau dan nampaknya beliau siap," paparnya.
"Besok simulasi terakhir di Kertanegara, kita Insyaallah sudah siap dan Insyaallah lancar," pungkas Sandiaga Uno.
Pada debat Pilpres 2014 silam, capres Jokowi melontarkan pertanyaan kepada rivalnya Prabowo Subianto soal peranan TPID. Prabowo yang bukan berlatar birokrat lantas kelabakan.
"Singkatan TPID itu apa?" tanya Prabowo. "TPID adalah Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah," jelas Jokowi.
Mendapat penjelasan seperti itu, Prabowo jujur mengakui tidak menguasai banyak singkatan ekonomi. Sejurus kemudian, dia merespon bahwa fungsi TPID harus dijalankan oleh kepala daerah. "Manajemennya kepala daerah masing-masing," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya