Saat Nusron Wahid beberkan 3 kriteria ulama dan ditanggapi Haikal Hassan
Merdeka.com - Pada acara Indonesia Lawyers Club di TvOne Politisi Partai Golkar, Nusron Wahid menyinggung soal definisi ulama yang sesungguhnya. Hal ini terkait dengan Ijtima Ulama GNPF jilid kedua yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.
Dia menyebut Ijtima ulama 1 dan 2 tidak terlahir dari potret ulama Indonesia karena di Indonesia ulama lebih banyak berhimpun di NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya. Oleh sebab itu dia menyebut Ijtima yang mendukung Prabowo-Sandiaga adalah Ijtima GNPF Ulama.
Pernyataan Nusron kemudian dijawab oleh Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Haikal Hassan. Berikut petikan komentar Nusron dan Haikal:
Ulama harus sangat tahu agama
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolitisi Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan orang disebut ulama harus benar-benar paham menguasai ilmu agama. Dan tidak hanya sekadar tahu namun sangat memahami dengan dalam soal agama. Di dalam Alquran ulama tersebut ialah aalim.
"Ulama berati harus aalim. Aalim adalah orang yang sangat betul-betul tahu soal agama tidak sekadar tahu," katanya.
Takut sama Allah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain memahami secara dalam tentang agama, seorang dikatakan ulama harus takut dengan Allah SWT. Artinya segala ucapan, hati, pikiran dan tindakan harus selaras sejalan.
Politisi Partai Golkar Nusron Wahid menambahkan definisi ketiga mengenai ulama yaitu harus dekat dengan umat. Di mana seorang ulama mesti mengajarkan umat ke jalan Allah. "Selain dia betul-betul tahu, dia harus takut sama Allah. Banyak orang alim tapi dia tidak takut dia sebut pakar," katanya dalam acara Indonesia Lawyers Club di TvOne, Selasa (18/9).
Nusron Wahid dinilai ragukan ulama pendukung Prabowo-Sandiaga
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDefinisi tentang ulama yang dibeberkan politisi Partai Golkar Nusron Wahid, membuat Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Haikal Hassan menanggapinya. Menurutnya Nusron meragukan kredibilitas ulama yang mendukung Prabowo-Sandiaga. Padahal ulama yang mendukung sudah terbukti kredibilitasnya di mata masyarakat.
"Bang Nusron jadi meragukan, jadi yang hadir tidak mendukung Pak Jokowi kurang keulamaannya gitu? Yang hadir dan mendukung ada ustaz Bahctiar Nasir, ustaz Arifin Ilham, KH Sobri Lubis, dan lain-lain. Kalau ini diragukan kredibilitasnya yang kemudian dicocok-cocokan dengan definisi tadi saya melihat itu menjurus ke fitnah," katanya dalam acara Indonesia Lawyers Club di TvOne, Selasa (18/9).
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya