Saat Djan Faridz sepelekan PPP Romi karena AHY kalah Pilgub DKI
Merdeka.com - Kisruh di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) rupanya tak kunjung reda. Kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romi) masih saja tak bisa bersatu, bahkan masih saling serang satu sama lain.
Di Pilgub DKI Jakarta 2017 misalnya. Kubu Romi memilih mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni. Sementara Djan, memilih mendukung incumbent Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Agus-Sylvi tak berhasil lolos ke putaran kedua, sementara Ahok-Djarot sukses maju ke putaran akhir Pilgub DKI melawan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Momen kekalahan Agus rupanya dimanfaatkan oleh Djan untuk menyerang kubu Romi.
Djan meyakini, PPP kubunya berperan banyak dalam meloloskan Ahok-Djarot ke putaran kedua. Berbeda dengan kubu Romi, yang menurutnya tidak memiliki basis massa yang jelas, hanya modal dukungan saja.
"Mohon maaf, tapi di sebelah itu tak ada orang ataupun massa. Saya gandeng itu pasti, tapi manfaatnya tak ada," kata Djan di kantor DPP PPP Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/3).
"Sudah dibuktikan kemarin mereka mendukung siapa dan hasilnya apa, jauh di bawah harapan," jelasnya.
Walaupun begitu, Djan tetap menekankan bahwa PPP kubu dia dan Romi tetap bersaudara. Namun dia tetap berkukuh bahwa dimana pun pasti ada dua jenis saudara, yaitu yang bermanfaat dan yang tidak.
"Tetap saya gandeng karena itu saudara saya, tapi namanya saudara bisa bermanfaat bisa juga tidak," tutupnya.
Berdasarkan hasil rapat pleno KPU DKI Jakarta, pasangan Ahok-Djarot memperoleh 2.364.577 suara. Disusul pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 2.197.333 suara. Sementara di posisi buncit yakni pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan perolehan 937.955 suara. Dengan demikian, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke putaran kedua pada April nanti.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya