Saat Bima Arya Puji Gibran Pemimpin 'Gaspol'
Merdeka.com - Wali Kota Bogor Bima Arya berkunjung ke Kota Solo, Rabu (8/12). Kunjungan Politikus PAN itu dalam rangka menerima penghargaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).
Dalam lawatannya tersebut, Bima juga berencana bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, pertemuan sebagai bentuk kunjungan balasan saat Gibran bertandang ke Bogor beberapa waktu lalu.
"Ini kunjungan balasan, karena mas Gibran, pak wali kemarin ke Bogor kan. Saya sempatkan mampir dari Surabaya, ke sini. Pak wali bilang nanti siang kalau beliau (Gibran) waktunya memungkinkan, kita mau cari satai buntel," katanya.
Bima mengaku hingga sore ini berada di Solo. Dia baru akan kembali ke Bogor sore nanti dari Semarang. Ia juga baru mengetahui bahwa ternyata satai buntel berasal dari Kota Solo setelah diceritakan oleh Gibran.
"Saya baru tahu kalau satai buntel itu khas Solo. Disebutkan ada beberapa rekomendasinya, saya mau cari. Mau kulineran kalau sempat," jelasnya.
Beberapa kali bertemu, Bima Arya memuji sahabatnya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka setinggi langit. Selain muda, Bima menilai, Gibran memiliki semangat yang luar biasa dan banyak inovasi.
“Mas Gibran itu semangatnya luar biasa. Walaupun baru tapi, ya gas pol dan cepat sekali inovasi-inovasinya,” ujar Bima.
Dia mencontohkan, saat bertemu hari ini Gibran juga bercerita akan menjalin kerjasama dengan Taman Safari Bogor dalam pengembangan TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug). Kemudian bagaimana mencegah angka kebocoran di PDAM yang tinggi dan lainnya.
“Penguasaan lapangannya luar biasa lah mas Gibran, walaupun baru,” katanya.
Ke depan, lanjut Bima, Pemerintah kedua kota berencana menjalin kerjasama. Apalagi keduanya sudah merasa ada kecocokan dalam berbagai ide maupun inovasi.
“Oh banyak, pokoknya pasti. Nanti kan akan banyak ketemu lagi kita. Cocok lah kita, banyak ide-ide inovatif yang nyambung,” tutur dia.
“Nanti saya akan ketemu komunitas muda juga. Saya cerita sama mas Gibran, ada beberapa saran juga. Jadi, banyak berinovasi lah kita,” katanya lagi.
Menurut politisi PAN, banyak hal yang bisa dipelajari dari Kota Solo. Di antaranya penataan heritage, penataan kawasan pusaka, budaya, tradisi-tradisinya dan lainnya.
Kendati sering bertemu, Bima mengelak jika ada agenda politik di balik pertemuannya dengan kader PDIP Solo itu. Sebagai sesama generasi baru dalam politik, ia menganggap wajar jika saling berbagi.
“Wajarlah kalau kita bicara ke depan. Tetapi kita lebih banyak bicara hari ini juga, bagaimana cara mengelola kota dengan berbagi, saling berbagi,” kilahnya.
Bima juga mengaku belum berpikir tentang Pilkada DKI Jakarta, termasuk berkolaborasi dengan Gibran. “Belum ada, belum sampai ke sana,” pungkas dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya