Romi tawarkan islah bersyarat kepada Djan Faridz guna hadapi pilkada
Merdeka.com - Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy (Romi) mengaku didesak kader di daerah untuk menggalang jalan islah dengan PPP kubu Djan Faridz. Oleh sebab itu, ia menyatakan membuka pintu ke PPP versi Muktamar Jakarta agar mau islah untuk menyongsong gelaran pilkada serentak.
"Saya berkeliling ke-30 provinsi, mendengar langsung tangisan mereka agar PPP islah. Islah juga untuk kebutuhan kepastian rekrutmen pilkada. Meski mereka mendaftar melalui DPW-DPD yang sah, namun secara kebatinan lebih nyaman jika tak ada persoalan," kata Romi melalui keterangan tertulisnya, Senin (1/6).
Namun, di balik tawaran islah tersebut, ia mengajukan satu syarat, yaitu kubu Djan Faridz tak boleh meminta posisi Ketua Umum yang dijabatnya dan posisi Sekjen yang dipegang Aunur Rofiq. Alasannya, sesuai dengan AD/ART tak ada sosok di kubu Djan Faridz yang memenuhi kriteria untuk mengisi dua posisi tersebut.
"Jangan-lah paksakan diri untuk menduduki jabatan yang bukan haknya. Kasihanilah konstituen partai dan ulama kita. Jangan korbankan masa depan partai ini karena menuruti ambisi pribadi," kata dia.
Selain itu, ia meminta kepada Djan Faridz untuk mengakui Muktamar Jakarta tidak memenuhi syarat AD/ART partai.
"Nyatanya Musyawarah Wilayah PPP dari kepengurusan yang sah telah berlangsung dan saya hadiri di 30 provinsi sepanjang Maret-Mei, menunjukkan legitimasi de facto peserta Muktamar dan de jure negara, kepada Muktamar Surabaya, sejalan dengan dukungan de facto daerah di lapangan," pungkas dia.
(mdk/efd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya