Romahurmuziy: PPP dan PDIP punya sejarah kebersamaan
Merdeka.com - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Romahurmuziy mengatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) memiliki sejarah politik yang sama dengan PPP . Capres PDIP Jokowi juga telah menyambangi Ketua Majelis Syariah PPP , Kiai Maimun Jubair, di Rembang, Jawa Timur, Minggu (4/5).
"PPP dan PDI-P memiliki sejarah kebersamaan," kata Romahurmuziy di Hotel bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/5).
Untuk pertemuan tertutup antara PPP dan PDIP kali ini, pria yang akrab disapa Romi ini mengaku tidak mau mendahului internal partai. Dia hanya menyebut pertemuan itu merupakan pertemuan lumrah yang dilakukan kedua partai politik jelang pemilihan presiden pada umumnya.
"Makan-makan saja, ngobrol-ngobrol politik, situasi nasional, tantangan bangsa ini ke depan, gini rasio melebar, kita bicarakan di atas semua kepentingan, Capres-Cawapres, belum sampai ke kabinet," katanya.
Dalam kabinet gotong royong dipimpin presiden Megawati Soekarnoputri, PPP - PDIP memiliki hubungan yang harmonis. Saat itu Ketua Umum PPP Hamzah Haz menjadi Wakil presiden.
Lalu pada sore ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dan Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) melakukan pertemuan tertutup di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pertemuan dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tjahjo Kumolo , Ketua DPP PDI-P Effendi Simbolon , dan Wasekjen PDI-P Erico Sutarduga dari PDI-P. Sementara dari PPP dihadiri oleh Sekjen PPP Romahurmuziy , Waketum Suharso Manoarfa, Ketua Majelis Pakar PPP Barlianta Harahap.
Sementara itu di kubu lain, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali berkeras mendekatkan partainya ke kubu Partai Gerindra dan Prabowo Subianto .
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya