Rivalitas Hatta dan Zulkifli di Kongres PAN dinilai masih sama kuat
Merdeka.com - Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto mengatakan, rivalitas yang terjadi antara Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan dalam memperebutkan posisi sebagai ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) di kongres, saat ini masih sama-sama kuat. Hal ini terjadi karena antara Hatta dan Zulkifli memiliki peran cukup sentral di internal PAN dalam eksistensi politiknya saat ini.
"Kalau kita cermati dari pemberitaan, peluang keduanya masih 50:50, di mana Hatta Rajasa masih memiliki pengaruh yang kuat ke pengurus jaringan PAN di daerah. Karena kita ketahui, saat ini semua pengurus daerah itu memang dilantik oleh Hatta pada masanya menjabat. Dari situ, mereka pasti merasakan adanya hubungan kerja yang baik dengan Hatta Rajasa," kata Nico di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2).
"Apalagi kinerja elektoral PAN pimpinan Hatta Rajasa di pemilu kemarin cukup bagus, karena mereka bisa menaikkan perolehan suara dari 7 juta sekian, menjadi 9,5 juta. Belum lagi perolehan kursi PAN di parlemen juga naik, dari 43 kursi menjadi 48 kursi," katanya menambahkan.
Namun Nico juga menjelaskan, keunggulan yang dimiliki Hatta Rajasa itu juga diimbangi dengan kapasitas jabatan rivalnya, Zulkifli Hasan. Posisi sebagai ketua MPR merupakan hal yang juga bisa dijadikan Zulkifli sebagai bargaining position, bagi masa depan politik PAN dikancah nasional.
Hal itu ditambah lagi dengan sejumlah upaya yang mungkin saja dilakukan oleh Zulkifli, dalam strategi mengambil simpati para pengurus daerah dan mematahkan dominasi Hatta Rajasa, yang telah melantik seluruh pengurus PAN di daerah itu pada masa jabatannya sebagai ketua umum.
"Tapi tentu posisi politik Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR, bagi sebagian pengurus di daerah cenderung dianggap lebih prospektif untuk masa depan partai. Karena dengan adanya posisi politik formal, mereka bisa punya akses kekuasaan sehingga masa depan partai bisa dianggap lebih menjanjikan," imbuhnya.
"Karena kita tahu bahwa meskipun MPR lembaganya tidak begitu operasional, tapi paling tidak status sebagai ketua MPR akan jauh lebih mudah untuk mengkampanyekan dirinya dan melakukan interaksi dengan pengurus-pengurus daerah. Zulkifli bisa saja melakukan konsolidasi partai ke daerah dengan menyisipkan misinya," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya