Risma & Budi Waseso banjir dukungan buat lawan Ahok di Pilgub DKI
Merdeka.com - Puluhan warga RW 05 Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, mendeklarasikan Kepala BNN Komjen Budi Waseso sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Warga yang mengatasnamakan Jaringan Budi Waseso (JBW) mendorong jenderal bintang tiga itu untuk melawan calon petahana Basuki T Purnama alias Ahok. Dengan demikian, dorongan agar mantan Kabareskrim Polri ini untuk mau terjun ke partai politik kian deras.
Jauh hari sebelumnya, nama Budi Waseso telah didengungkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dia menilai Budi Waseso memiliki sikap tegas dan mempunyai pengalaman dan kemampuan yang mumpuni untuk memimpin Ibu Kota.
Dasco awalnya mengusulkan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk berpasangan dengan Sandiaga Uno. Menurut dia, apabila keduanya dipasangkan akan menjadi pasangan yang ideal.
"Budi Waseso adalah sosok yang tegas dan bersih dengan leadership yang kuat. Dia memiliki pengalaman di lapangan. Sementara itu, Sandiaga Uno sangat menguasai penguatan ekonomi kerakyatan," kata Dasco melalui keterangan tertulisnya, Jumat (8/7).
Deklarasi Jaringan Budi Waseso tak berselang lama dengan aksi Jaklovers bersama Aliansi Pemuda Surabaya yang mendatangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangannya untuk memberikan pernyataan agar Megawati mengutus Wali Kota Surabaya Tri Rismarani (Risma) untuk maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Budi Waseso di Istana ©2016 Merdeka.com/Titin Supriatin
Aksi tersebut hanya sebagian kecil bentuk dari lapisan masyarakat yang berharap agar PDIP mengusung Risma dalam Pilgub DKI Jakarta. Sebelumnya, Warga Kampung Sawah, Pondok Labu, Cilandak, membentuk komunitas Agraris (Aspirasi Gerakan Rakyat untuk Risma) sebagai gerakan untuk mendorong Risma maju bertarung di Pilgub DKI 2017.
Dukungan tak hanya datang dari pelbagai elemen masyarakat, partai politik juga menganggap Risma memang sangat pantas untuk membenahi Jakarta. Partai Persatuan Pembangunan telah menyatakan tidak akan mendukung incumbent Basuki T Purnama alias Ahok.
Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani, mengatakan salah satu nama yang mulai masuk radar adalah wali kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan, Asrul menyebut Risma adalah pilihan utama untuk diusung partainya.
"PPP memang menjadikan Risma sebagai pilihan pertama, dari pengalaman dan track recordnya di bidang pemerintahan daerah," kata Asrul saat dihubungi, Kamis (4/8).
Partai berlambang ka'bah ini membuka komunikasi dan penjajakan koalisi dengan PDIP, Gerindra, Demokrat dan PAN. Arah dari konsolidasi tersebut adalah mencari calon gubernur selain Ahok.

ahok sandiaga risma ©2016 Merdeka.com
"Kedua, PPP juga melakukan pembicaraan intensif dengan partai-partai lain termasuk PDIP, Gerindra, Demokrat dan PAN menjajaki kemungkinan koalisi untuk menghadirkan cagub yang dapat mengimbangi petahana," terangnya.
Khusus dengan PDIP, lanjut Arsul, PPP melalui ketua umum Romahurmuziy telah intens berkomunikasi dengan ketua umum Megawati Soekarnoputri terkait izin meminang Risma dan koalisi bersama.
Akan tetapi, Arsul menambahkan Mega meminta PPP untuk bersabar karena PDIP memiliki prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan. Mendengar alasan Mega, PPP pun menghormati dan menghargai sikap PDIP itu.
Meski telah banjir dukungan, baik Risma dan Budi Waseso sampai saat ini belum bersedia untuk maju dalam Pilgub DKI.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya