Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ridwan Kamil bicara kemungkinan terburuk

Ridwan Kamil bicara kemungkinan terburuk Ridwan Kamil dan Surya Paloh. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyadari tak ada jaminan deklarasi dukungan yang diberikan Partai Nasional Demokrat (NasDem) bakal langgeng sampai hari pendaftaran Pilgub Jawa Barat. Dia lantas bicara kemungkinan terburuk dari semua itu.

"Inikan masih proses. Apakah NasDem mendukung sampai hari pendaftaran? Kan masih berdinamika. Kalau ternyata koalisinya bubar karena kurang kursi, pindah ke yang siap kursi, ya itu-kan bisa aja," kata pria yang akrab disapa Emil di Pendopo Kota Bandung, Senin (20/3).

Dalam deklarasi Minggu kemarin, NasDem menginginkan Emil bisa menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila yang melindungi masyarakat. Kedua Emil harus menjadi milik seluruh rakyat dan seluruh partai politik. dan ketika mampu mengkonsolidasikan roda pemerintahan dengan membawa peran masyarakat untuk memahami arti pembangunan nasional.

"Saya me-review, memahami aspirasinya selama logikanya bisa dipahami gak ada masalah," imbuhnya.

Lantaran tak bisa hanya sedirian mengusung Emil, NasDem pun mengajak partai koalisi untuk merapat dalam barisan dukungan. Partai Amanat Nasional (PAN) mengisyaratkan bakal mengikuti jejak NasDem.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menuturkan PAN terbuka mendukung Emil. Dia menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahkan sudah beberapa kali menjalin komunikasi.

"Kita memang melihat Ridwan Kamil salah satu calon yang potensial untuk memimpin Jabar lima tahun ke depan. Dengan Ridwan Kamil berhasil memimpin Bandung kemudian dari raker dan kebutuhan Jawa Barat, kelihatannya memang Ridwan Kamil layak kita dukung," jelasnya.

Di luar koalisi pemerintahan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga kepincut dengan Emil. Hal ini dibuktikan dari masuknya nama Emil dalam barisan calon potensial untuk Pilgub Jabar, hasil pemilihan raya yang dilakukan 2 bulan lalu.

"Ada Pak Syaikhu (Ahmad Syaikhu). Lalu Bu Ledia (Ledia Hanifah), Teh Neti (Netty Prasetiani), Ridwan Kamil, dan Deddy Mizwar," kata Wasekjen PKS Mardani Ali Sera.

Sementara Partai Gerindra, yang mengantarkan Emil terpilih sebagai Wali Kota Bandung, hingga kini belum memutuskan dukungan. Pihaknya masih mempertimbangkan sejumlah nama baik kader atau tokoh eksternal.

"Ada beberapa nama yang potensial dan ini menjadi pertimbangan partai Gerindra. Tapi sampai hari ini kami belum memutuskan siapa yang diusung Partai Gerindra," kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP