Ribut Setya Novanto merembet ke Akbar Faizal vs Fahri Hamzah

Akbar menuding polemik pencopotan dirinya di MKD karena ada intervensi pihak luar. Salah satunya Fahri Hamzah.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ribut Setya Novanto merembet ke Akbar Faizal vs Fahri Hamzah
Fahri Hamzah. ©dpr.go.id

Wakil Ketum Golkar versi munas Bali Setya Novanto memutuskan untuk mundur dari kursi Ketua DPR. Setnov mundur setelah terbelit kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK dalam upaya perpanjangan kontrak Freeport.Mundurnya Setnov tak membuat konstelasi politik di DPR surut. Bahkan keributan berlanjut antara Politikus NasDem Akbar Faizal dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.Perseteruan keduanya bermula saat Fahri Hamzah menandatangani surat penonaktifan Akbar dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Akbar berang, sebab keputusan ini diambil detik-detik jelang MKD memutus nasib Setnov di kasus pencatutan tersebut.Kala itu, Akbar menuding ada konspirasi jahat yang dilakukan Fahri Hamzah untuk menendangnya dari MKD. Seperti diketahui, Akbar paling vocal menyerang Setnov, sementara Fahri selalu membela.Akbar tak terima dicopot hanya karena diadukan oleh koleganya di MKD, Ridwan Bae karena dituduh membocorkan informasi penyelidikan yang dilakukan oleh MKD. Di satu sisi, Ridwan Bae, Kahar Muzakkir dan Adies Kadir tetap jadi anggota MKD, padahal Akbar juga melaporkan mereka berdua karena hadir di jumpa pers Menko Polhukam Luhut Panjaitan.Menurut Akbar, polemik pencopotan dirinya karena ada intervensi pihak luar. Salah satunya Fahri Hamzah yang ingin selamatkan Setya Novanto."Saya juga tahu bahwa saudara Ridwan Bae melakukan itu karena ditekan di luar dirinya, saya dengar itu," kata Akbar di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).Menurut Akbar, Ridwan sudah mencabut pengaduannya pada MKD. Akan tetapi hal itu dilakukan pasca Akbar didepak dari MKD. Dia geram Fahri ikut campur dalam MKD."Karena Fahri Hamzah mengambil keputusan tanpa melalui prosedur, saya tidak pernah diperiksa tiba-tiba diambil keputusan. Dan ada berbagai aturan yang dilanggar salah satunya adalah pimpinan DPR tidak boleh mengintervensi jalannya persidangan MKD, jadi saya pengen tahu kalau saya mau diadukan balik, saya pengen tahu apa yang saya langgar," kata Akbar kesal.Atas hal ini, Fraksi NasDem pun resmi melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Fahri Hamzah ke MKD.

Politikus NasDem Taufiqulhadi memastikan bahwa fraksinya sudah melaporkan pelanggaran etik Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke MKD."Sudah dilaporkan ke MKD. Kami sudah melaporkan hal ini, dia sudah berkali-kali melakukan pelanggaran kode etik," kata Taufiqulhadi.Menurut dia, Fahri sudah beberapa kali melanggar etik. Beberapa di antaranya ialah saat live di salah satu stasiun televisi Fahri menyatakan anggota DPR bloon sehingga butuh banyak staf ahli."Fahri sudah berkali-kali melanggar etika dan dia kemarin telah melakukan hal serupa dengan menandatangani surat penonaktifan terhadap Akbar. Padahal saudara Ridwan Bae sudah menarik surat pengaduannya," tuturnya.Anggota Komisi III DPR ini berharap, Fahri segera dilengserkan dari jabatan sebagai wakil ketua DPR."Saya minta kepada fraksinya Fahri Hamzah segera menarik Fahri dari pimpinan DPR. Dia pernah dapat peringatan ringan," pungkasnya.Terkait polemik ini, Fahri Hamzah menanggapinya dengan santai.

Menurut dia, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur tata beracara parlemen."Saya hanya membubuhkan tanda tangan di atas surat draf yang dibuat sekretariat rapat pimpinan. Saya tidak dapat menolak atau menyetujui. Karena sifat pimpinan DPR hanya meneruskan surat dari MKD," kata Fahri saat dikonfirmasi.Fahri menegaskan bahwa dirinya adalah pimpinan DPR bidang kesejahteraan rakyat. Dia yang bertanggung jawab mengurus surat masuk dari MKD."Tidak ada yang bersifat pribadi dari surat tersebut. Semua surat adalah hasil rapat baik MKD maupun pimpinan DPR," tegas politikus PKS ini.Pimpinan DPR, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan hal yang bersifat pribadi. Karena itu dia membantah surat penonaktifan Akbar Faizal karena ada tujuan tertentu dari pihaknya.

Rekomendasi