Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rhoma Irama, capres paling ada di benak publik Indonesia

Rhoma Irama, capres paling ada di benak publik Indonesia Rhoma Irama For Presiden. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Popularitas Rhoma Irama tidak hanya moncer sebagai capres 2014. Namun, dia juga adalah capres yang paling ada di benak publik (top of mind) Indonesia.

Hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB) yang dirilis di Hotel Kempinski, Jakarta, kemarin, menyatakan nama Rhoma berada di benak 25,8 persen publik Indonesia. Untuk variabel 'top of mind' ini, Sang Raja Dangdut mengalahkan Aburizal Bakrie (16,9%), Prabowo Subianto (16,6%), Megawati Soekarnoputri (12,2%), Joko Widodo (8,8%) dan Jusuf Kalla (8,7%).

Untuk elektabilitas Rhoma tidak berada di puncak, namun tetap lumayan, yakni berada di urutan empat dengan 7,3 persen. Di atasnya berturut-turut adalah Joko Widodo (16,6%), Prabowo Subianto (9,8%) dan Jusuf Kalla (8,5%).

Indikator untuk mengukur 'capres top of mind' itu adalah pertanyaan kepada responden: "Siapa nama calon presiden yang diketahui?" Pertanyaan itu kemudian dijawab secara spontan oleh responden dan tanpa ada daftar nama (terbuka).

Pengambilan data dalam survei ini dilaksanakan pada 3-18 Januari lalu, dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 30 provinsi di Indonesia. Responden adalah warga negara yang mempunyai hak pilih.

Tingkat kesalahan (margin of error) dalam survei ini sebesar 2,8 persen. "Cara penarikan sampel, acak bertingkat, mencakup semua kecamatan, 10 responden per kelurahan/desa dari 95 kota atau kabupaten," papar Ketua PDB, Didik J Rachbini.

Didik menjelaskan, Rhoma adalah tokoh yang paling ada di benak publik karena dia sangat populer.

"Ya karena Rhoma itu sudah sangat terkenal. Orang yang tahu dangdut pasti tahu Rhoma, wajar kalau dia sangat populer," ujar Didik saat dihubungi merdeka.com.

Popularitas Rhoma yang moncer barangkali lumrah mengingat dia bersama grup bandnya Soneta sudah terkenal sejak 1973 atau 40 tahun lalu. Terlebih, generasi yang terpapar musik dangdut Rhoma dulu belum habis, alias masih menjadi pemilih dalam Pemilu 2014 nanti.

Dengan modal politik baik ini, mungkinkah Rhoma akan benar-benar nyapres di 2014? Jika melihat safari politik yang gencar dilakukannya, Rhoma tampak serius untuk menjajal kontestasi politik menuju RI-1. Dan jika benar menjadi capres 2014, Rhoma akan mencetak sejarah sebagai musisi pertama yang berlaga dalam Pilpres di Indonesia. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP