Rhoma Irama ajak kader Partai Idaman perangi teroris
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama bersama Soneta Group, mengajak ribuan simpatisan Partai Idaman untuk memberantas terorisme yang saat ini marak dan merebak di Indonesia.
"Mari bersama negara dan TNI-Polri rakyat ikut memberantas terorisme. Setuju? Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!" kata Rhoma Irama pada acara Deklarasi dan Pengukuhan DPW Partai Idaman Jateng di Lapangan Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (31/1) siang.
Rhoma menegaskan, sebagai umat Islam, umat yang mayoritas di negara Indonesia harus berani berjuang di garda depan untuk melawan teroris.
"Sebagai umat Islam, umat mayoritas di negeri ini harus berani paling depan berjuang melawan teroris. Sehingga tentu umat Islam yang paling bertanggungjawab dan berperan mengelola bangsa ini," ungkapnya.
Umat Islam yang merupakan warga mayoritas tidak layak untuk diserang, bahkan disuap. Sebaliknya, harus melindungi dan mengayomi warga-warga lainnya yang menganut agama minoritas.
"Bukan diserang dan disuap. Islam sebagai mayoritas harus melindungi, mengurus minoritas. Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin sebagai mayoritas mengurusi dan melindungi negara ini," ujarnya.
Islam, menurut Rhoma, bukanlah agama yang menganut ajaran teroris. Sebab, di ajaran agama apapun aksi teroris tidak dibenarkan. Untuk itu, Rhoma mengajak simpatisan Partai Idaman mendukung upaya pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla dan DPR untuk merevisi RUU Teroris saat ini.
"Islam bahkan agama apapun bukan teroris. Mengenai terorisme adalah satu isu yang jadi topik trending di Indonesia. Di Thamrin terjadi aksi teroris yang menghebohkan tidak hanya nasional tapi juga dunia international. Dalam hal ini, pemerintah bersama DPR RI merevisi UU Terorisme. Dimana gerakan teroris akan ditindak. Bukan pada penindakan tapi gejala-gejala akan ditindak," ucapnya.
"Pasal 31 ayat 1 menyatakan tiap Warga Negara Indonesia berhak dan wajib ikut serta pertahanan dan keamanan. Pasal 2 menyatakan dilaksanakan melalui hankam negara berdasar pada pertahanan rakyat di mana TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dan rakyat kekuatan pendukung," tegasnya.
Selain mengajak memberantas aksi teroris, Rhoma juga mengajak segenap pengurus dan simpatisan Partai Idaman untuk menghindari praktik politik uang atau money politik. Sebab, barang siapa yang melakukan praktik politik uang maka sama dengan juga menggadaikan dan menjual akhlak, akidah, negara dan bangsa.
"Sesuai dengan ajaran Islam dalam Al Qur'an, yang disogok dan menyogok masuk neraka. Sama dengan menggadaikan negara, sama juga menjual akidah," terangnya.
Untuk itu, Rhoma berpesan kepada simpatisan supaya menghindari dan tidak melakukan praktik politik uang dalam berpolitik, berbangsa dan bernegara.
"Untuk itu saya titip kepada Idaman, hindarkan money politik. Hindarkan politik transaksional. Jangan tanya saya dapat apa dari Islam tapi apa yang bisa kita beri untuk agama dan negara Indonesia," ujarnya.
Selama melakukan orasi politik, raja dangdut itu diiringi oleh grup dangdut legendaris Grup Soneta yang dipimpinya. Selama orasi politik berlangsung, Rhoma menyelingi dengan lagu-lagu karyanya di antaranya berjudul; 'Mars Idaman', 'Bersatulah', '250 Juta Penduduk Indonesia', 'Politik Adu Domba', 'Yang kaya Makin Kaya', 'Reformasi', 'Perjuangan & Doa'. Kemudian lagu pamungkansya berjudul; 'Stop Pertengkaran'. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya