Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Resmi jadi cawapres, Ma'ruf Amin mundur dari jabatan Rais Aam PBNU

Resmi jadi cawapres, Ma'ruf Amin mundur dari jabatan Rais Aam PBNU Erick Thohir dan Maruf Amin di rumah cemara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - KH Ma'ruf Amin telah ditetapkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Sesuai janjinya, Ma'ruf pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pengunduran diri itu disampaikan dalam Rapat Pleno PBNU yang dihadiri oleh seluruh pengurus harian dan ketua lembaga Badan Otonom (Banom) PBNU. Keputusan itu berdasar pada AD/ART yang berlaku di organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

"Saya harus mundur dari tugas Rais Aam PBNU sebagaimana diatur AD/ART, saya patuh dan tunduk. Terhitung dari hari ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Rais Aam," ujar Ma'ruf di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

Jabatan yang ditinggalkan Ma'ruf Amin diserahkan kepada Wakilnya KH Miftahul Akhyar. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta kepada penggantinya untuk melanjutkan tugas-tugas Rais Aam yang belum dikerjakan sebagaimana amanah Muktamar NU di Jombang pada 2015 lalu.

Ma'ruf Amin mengaku berat meninggalkan tugas mulia sebagai Rais Aam PBNU. Namun ia juga tidak bisa menolak setelah diminta mendampingi Jokowi menjadi cawapres di Pemilu 2019 mendatang.

"Sebelum menerima, saya minta arahan dan saran kepada beberapa ulama dan semua meminta saya menerima karena itu untuk membawa manhajul fikr NU ke ranah yang lebih luas berbangsa dan negara," ucap Ma'ruf.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP