Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Resmi daftar Pilbup Karawang, Saan Mustopa siap dipecat Demokrat

Resmi daftar Pilbup Karawang, Saan Mustopa siap dipecat Demokrat Saan Mustopa daftar Bupati Karawang. ©2015 merdeka.com/sholeh

Merdeka.com - Dengan menaiki sepeda dan diiringi ribuan pendukungnya, Anggota DPR Saan Mustopa, mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karawang sebagai calon bupati di pilkada serentak pada Desember 2015.

Walau merupakan Anggota Partai Demokrat, Saan mendaftarkan diri sebagai calon bupati dengan dukungan dari Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai NasDem. Dia mendaftar bersama dengan calon Wakil Bupatinya, Iman Sumantri. Keduanya kompak memakai kemeja putih dan celana berwarna krem.

Massa dari ketiga partai itu berada dalam iring-iringan mengantarkan Saan Mustopa-Iman Sumantri. Menjadi unik dan ramai karena, Saan-Iman berangkat dari kantor DPD Golkar Karawang dengan menaiki sepeda. Pengikutnya adalah ratusan massa bersepeda yang mewakili lebih dari 90 Komunitas Pesepeda yang dibinanya di kota itu.

Setelah berkas diperiksa, Ketua KPUD Karawang Risza Affiat menyatakan Saan-Iman telah memenuhi kelengkapan persyaratan bakal calon bupati dan wakil bupati Karawang. Usai pemberkasan, Saan lalu berorasi di hadapan para pendukungnya.

"Saya siap membangun Karawang dan Insya Allah siap menang," tegas Saan, Minggu (26/7).

Saan menjelaskan dirinya dilahirkan, besar, dan sampai saat ini tinggal di Karawang. Setiap hari dia melihat kondisi Karawang yang terlihat kumuh. Sementara kalau luarnya saja sudah terlihat kumuh, tak mungkin 'dalamnya' baik.

"Karenanya saya terpanggil. Sebagai putra daerah, saya merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki Karawang," ujarnya.

Saan mengaku pilihan politik yang diambilnya untuk maju sebagai calon bupati itu memiliki resiko sangat besar yakni kehilangan berbagai hal.

Pertama, seperti bunyi UU, Saan harus mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR. Kedua, karena dia maju sebagai calon bupati tak direkomendasikan Partai Demokrat, ada potensi dirinya akan dipecat dari keanggotaan.

"Bagi saya, mundur dari anggota dewan dan yang lain, itu adalah bukti pengorbanan saya untuk mewujudkan harapan masyarakat Karawang. Anggap saja ini pengorbanan ini jadi idealisme, semangat dan motivasi saya," beber Saan.

"Saya melakukan ini bukan karena ingin kekuasaan bupati, cuma wujud saya mengabdi kepada rakyat Karawang," tukasnya.

Dia melanjutkan, sebagai Kader Partai Demokrat, dirinya tentu berharap mendapat rekomendasi sebagai calon bupati. Tapi kalau kenyataannya rekomendasi diberi ke yang lain, dia tak mempermasalahkan.

"Toh saya sudah cukup maju dengan Golkar, Gerindra, dan Nasdem ini. Tapi sebagai kader Demokrat, kalaupun tak dapat rekomendasi, saya berharap minimal didukung," tegasnya.

Dia optimis ketiga partai pengusungnya akan bekerja keras dan meyakinkan warga Karawang bahwa Saan-Iman membawa harapan baru untuk memperbaiki dan memenuhi aspirasi rakyat.

Ketua DPD Golkar Karawang, Dadang S Muchtar, menyatakan bahwa pihaknya mendukung Saam Mustopa dengan bulat. Keputusan itu diambil setelah dilaksanakan kajian akademis dan istikarah selama dua bulan. "Akhirnya kami pilih Saan-Iman, ini yang terbaik, Insya Allah," tegas Dadang.

Anggota Komisi II DPR RI itu menambahkan, Golkar bertekad memenangkan pasangan Saan-Iman. Sebab Saan Mustopa sudah melakukan pengorbanan luar biasa agar bisa membangun Karawang.

"Karena beliau (Saan) harus tanggalkan jabatannya sebagai anggota DPR. Mungkin nanti juga harus keluar dari Demokrat. Tapi dia mau melakukannya demi rakyat Karawang, keluar dan menanggalkan semua jabatannya. Kami akan bekerja keras demi dia," tandas Dadang, mantan Bupati Karawang itu. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP