Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Reshuffle jilid II dinilai strategi Jokowi agar bisa mainkan 'bidak

Reshuffle jilid II dinilai strategi Jokowi agar bisa mainkan 'bidak Ray Rangkuti. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wacana perombakan (reshuffle) kabinet kerja jilid II kembali berhembus di penghujung akhir 2015 ini. Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang baru saja merapatkan diri ke pemerintah disebut-sebut mendapatkan dua jatah menteri.

Terkait itu, Direktur Eksekutif Lingkar Mardani, Ray Rangkuti mengatakan, sebagaimana reshuffle sebelumnya, kemungkinan masuknya PAN dan mendapat jatah menteri merupakan strategi politik Presiden Jokowi agar tidak dikendalikan oleh partai tertentu.

"Ya reshuffle untuk menjaga stabilitas kabinet itu perlu. Dia memasukkan PAN supaya partai yang ada di dalam kabinet tidak dominan. Dia bisa mainkan bidak catur. Dalam kerangka politik dia bisa punya pilihan," kata Ray dalam diskusi di Jakarta Pusat, Selasa (29/12).

Menurut dia, dengan masuknya PAN dalam kabinet kerja nantinya, Presiden Jokowi secara politik sangat diuntungkan. Kendali dan struktur kerja kabinet sepenuhnya ada di tangan mantan gubernur DKI Jakarta itu.

"Makin banyak orang masuk dalam struktur politik maka makin banyak dia memainkan bidak," tegas Ray.

Tak hanya itu, Ray mengatakan, pergantian menteri jilid bisa efektif sebagaimana pergantian sebelumnya oleh Presiden Jokowi. Munculnya kasus freeport, dan sebagainya adalah bukti efektifnya reshuffle.

"Saya pikir dia belajar dari pengalaman pertama, ada perubahan peta politik. Ada partai lain masuk. Efektivitas pergantian itu udah terasa di mana adanya berseberangan pendapat yang hasilnya efektif. Kan mereka saling koreksi, misalnya kasus freeport kemarin," pungkas dia.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP