Resep menang Pilkada ala Wapres Jusuf Kalla
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/11). Salah satu topik yang diangkat dalam Silatnas Partai Golkar adalah konsolidasi pemenangan Pilkada serentak Desember 2015 dan 2017, serta pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.
Dari 263 pilkada serentak, Partai Golkar ikut serta mendukung dan mengusung di 236 pilkada. Sekitar 150 kader Golkar calon kepala daerah ikut menghadiri silatnas. Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan resep memenangi pemilihan kepala daerah.
Pertama, harus dikenal orang. "Karena itu Anda pasang baliho di mana-mana supaya dikenal kan?" ujar Wapres JK disambut tawa peserta Silatnas Partai Golkar.
Strategi kedua, harus disukai rakyat atau pemilih. "Karena itu Anda kemukakan track record. Sebagai bupati saya pernah berbuat ini berbuat itu. Sebagai politisi pernah berbuat ini berbuat itu. Jabat tangan ke kanan kiri, sumbang ini itu, foto ke sana ke sini supaya disukai," katanya kembali disambut tawa peserta.
Strategi ketiga saat sudah terpilih harus memenuhi janji politik saat kampanye. Soal janji kampanye, sambil bergurau JK menuturkan, berikan janji yang disenangi orang banyak agar menarik perhatian. Namun JK mengingatkan agar janji tersebut harus dilaksanakan.
"Bisa saja Anda bohongi atau tak laksanakan janji. tapi ingat, Anda tidak bisa berbohong pada banyak orang berkali-kali," ucapnya.
Mantan ketua umum Partai Golkar ini menuturkan, di era demokrasi terbuka saat ini, kedekatan dengan rakyat menjadi faktor penting. Tanpa itu mustahil bisa dipilih dan memenangkan pilkada.
Ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menginstruksikan seluruh kader Golkar di penjuru tanah air bekerja keras memenangkan Pilkada serentak.
"Bekerja sekuat tenaga menangkan calon kepala daerah baik yang diusung maupun didukung Golkar. Dengan langkah ini kita yakin Golkar memenangkan Pilkada 2015, 2017, dan 2018. Pileg dan Pilpres 2019," tegasnya.
Untuk itu, lanjut Ical, terhitung sejak malam ini tidak boleh ada lagi pengelompokan internal di tubuh Partai Golkar.
"Bersama konsolidasi menyeluruh satukan kepengurusan, bangkitkan kebersamaan dan soliditas. Bangun lagi citra positif Golkar di kalangan publik yang selama ini disuguhi informasi konflik internal Golkar yang dampaknya menggerus kepercayaan rakyat. Bersama bangun kinerja politik Golkar agar optimal membantu pemerintah dan pembangunan baik pusat dan daerah," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya