Relawan Jokowi sarankan Fahri Hamzah perbanyak istighfar
Merdeka.com - Ocehan Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah di Twitter kembali menuai kecaman dari pendukung capres Jokowi . Fahri dalam Twitternya menyebut umroh yang dilakukan capres Joko Widodo saat masa tenang jelang pilpres merupakan sebuah pencitraan.
Apalagi saat Jokowi memakai pakaian ihram, Fahri menyebut cara pemakaian baju ihram Jokowi itu salah. Tak syak, ocehan Fahri ini pun panen kecaman seperti sebelumnya, saat dia menyebut Jokowi 'sinting'. Salah satu pengecam Fahri adalah pendukung Jokowi di daerah.
Fungsionaris Projo Jawa Timur Nurul Fikri, menyebut Fahri telah menunjukkan sebuah kritik rendahan dan terkesan menjadi orang yang tingkat keislamannya paling hebat. Dia justru balik menuding Fahri yang sebenarnya sedang mencari sensasi.
"Kualitas ibadah seseorang itu hanya Alloh yang punya otoritas untuk menilai tingkat keikhlasan dari niat seseorang, karena niat itu letaknya di hati (qolbun salim) bukan ditampilan seseorang," ujarnya lewat pesan pendek, Selasa (08/07).
Fikri melanjutkan, ocehan Fahri itu juga menunjukkan kedangkalan kualitas pemahaman keislamannya. Menuduh dan menghakimi niat ibadah seseorang tanpa dasar merupakan perbuatan keji. Bahkan, kata dia, Tuhan menyindir perilaku seperti Fahri ini dengan kalimat: "Janganlah engkau mengolok-olok qoum/saudaramu, sebab belum tentu engkau lebih baik dari qoum itu/saudaramu".
"Kami berasumsi ucapan Fahri adalah bagian dari kegalauan sebagai tim sukses Prabowo-Hatta yang elektabilitasnya belum bisa nyalip Jokowi - JK . Mestinya Fahri di bulan puasa ini lebih banyak beristighfar bukan menjadi provokator, apalagi di hari tenang," kata Fikri menegaskan.
Sebelumnya, Fahri Hamzah mengkritik pakaian ihram Jokowi yang beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, Jokowi tampak sedang berada di Arab Saudi menggunakan pakaian ihram. Namun aneh, seharusnya saat gunakan ihram bahu kanan yang terbuka, malah dalam foto itu bahu kiri Jokowi terbuka.
"Masa pakai ihram yang terbuka sebelah kiri, kalau di Saudi ada mutasi (polisi agama Arab) bisa diseret, itu enggak boleh melaksanakan umroh (pakai ihram begitu)," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/7).
Fahri juga memposting foto Jokowi yang salah memakai kain ihram tersebut di akun twitternya @fahrihamzah. Karena itu dia tidak yakin, umroh Jokowi dilakukan murni untuk ibadah. Dia pun menyayangkan, sebab saat minggu tenang, masih digunakan untuk pencitraan.
"Kalau sudah niat umroh berpakaian ihram harus di kanan, ini sekali lagi soal pencitraan ini harus kita kurangi dalam minggu tenang biar semua cooling down supaya kita bisa menerima hasil pemilu secara baik," ujar Fahri.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya