Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Relawan Jokowi minta kontroversi pidato 'berani diajak berantem' dihentikan

Relawan Jokowi minta kontroversi pidato 'berani diajak berantem' dihentikan Relawan Jokowi. ©2018 Liputan6.com/Putu Merta

Merdeka.com - Para relawan Jokowi meminta kontroversi pidato Presiden Jokowi pada Sabtu (4/8) lalu dihentikan. Mereka menilai justru pidato tersebut menyejukkan.

Adapun hal ini disampaikan saat konferensi pers para relawan Jokowi. Yang hadir di antaranya Relawan Gojo, Seknas Jokowi, Projo, Bara JP, KAPT, RPJB, AKGI, Foreder, Buruh Sahabat Jokowi, Rejo, Solmet, Getar, Duta Jokowi, Pos Raya, dan lainnya.

"Pidato Jokowi dalam acara relawan termaksud adalah sebuah orasi yang menyejukkan, menganjurkan persatuan, persaudaraan, dan kerja sama seluruh komponen bangsa. Pesan utama yang dikandung dalam orasi ini adalah sebuah pesan yang membangkitkan semangat para relawan untuk bekerja lebih giat lagi," ucap Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, M Yamin di Jakarta, Selasa (7/8).

Dia menuturkan, salah satu kata kunci yang ada dalam orasi ini adalah kata berani. Di mana, dalam konteks kalimatnya, kata ini bukan untuk mendorong kaum relawan untuk berantem, dalam pengertian fisik atau konflik.

Menurut Yamin, ini lebih mendekati makna sebagaimana yang terkandung dalam ungkapan universal seperti, 'berani karena benar, atau berani membela kebenaran. Bahkan jika mengutip dalam ungkapan Bugis-Makassar ewako.

"Secara harfiah, kata ini berarti lawan, namun ia bukanlah sebuah kata yang menganjurkan konflik atau kekerasan, tetapi lebih untuk membesarkan hati dan mendorong semangat dalam menyambut sebuah peristiwa penting. Dalam pengertian seperti inilah orasi Jokowi harus dipahami," ungkap Yamin.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan, suasana yang diciptakan oleh orasi ini di kalangan gabungan relawan pendukung Jokowi adalah suasana yang gembira, bersemangat, penuh tekad untuk memenangkan beliau dalam Pilpres 2019.

"Tidak ada suasana kemarahan, kebencian, apalagi permusuhan terhadap siapa pun. Jokowi dan seluruh kaum relawan mengerti bahwa dalam demokrasi, pihak 'sana' bukanlah musuh, melainkan lawan tanding. Kita berbeda posisi, namun kita semua bersaudara, kita mencintai Tanah Air yang sama. Karena itulah, persaingan yang tajam kita sambut bukan dengan kemarahan, tetapi dengan kegembiraan dan antusiasme. We are happy and passionate. We are not angry," ungkap Budi.

Karenanya, dengan penjelasan ini, pihaknya berharap bahwa kontroversi pasca rapat akbar di Sentul kemarin, segera dihentikan. Menurut dia, masih banyak hal lain yang memang perlu kita perdebatkan dengan tajam dan bermanfaat bagi rakyat banyak.

"Seperti pola pembangunan ekonomi, tahapan industrialisasi, kebijakan pengentasan kemiskinan, dan sebagainya. Dalam isu-isu penting seperti inilah sebenarnya energi intelektual kita harus diarahkan," ujarnya.

Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP