Rapimnas bakal tentukan format Munaslub Golkar
Merdeka.com - DPP Golkar pihak Agung Laksono mendukung rencana Munaslub yang dibahas dalam Rapimnas kubu Aburizal Bakrie di Jakarta Convention Center (JCC). Namun demikian, tim transisi harus dilibatkan dalam Munaslub ini.
Menanggapi itu, Sekjen DPP Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham mengatakan, tak hanya rencana Munaslub, tim transisi sudah dilibatkan sejak awal dalam Rapimnas ini yakni disertakannya tokoh senior Habibie, Wapres Jusuf Kala (JK) dan Agung Laksono dalam kepengurusan. "(Tim transisi) kan sudah ada. Ada Pak Habibie, ada Pak JK dan Agung Laksono," kata Idrus ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (25/1).
Namun demikian, Idrus enggan membeberkan sejauh mana keterlibatan tim transisi dalam Munaslub ini nantinya. "Saya tidak punya bayangan. Formatnya sudah ada di Rapimnas," ungkap dia.
Selain itu, Meski Munaslub adalah keinginan untuk mempersatukan Partai Golkar, format dan berlangsungnya Munaslub tetap merupakan keputusan Rapimnas. "Rapimas akan menentukan, pertama, apakah perlu Munaslub untuk jalan keluar. Kedua, basisnya apa? Apakah Munas Bali atau Munas Riau. Pelaksanaannya kapan itu diputuskan dalam forum," tandas dia.
Sebelumnya diberitakan, pengurus DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono menyambut baik wacana menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang keputusannya akan dibahas dalam rapat pimpinan nasional kubu Aburizal Bakrie. Namun, tim transisi harus dilibatkan.
"Kami menyambut baik pelaksanaan munaslub yang akan datang," kata Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/1).
Leo juga mengapresiasi keinginan Aburizal Bakrie agar munaslub dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Namun, dia menekankan bahwa munaslub itu harus tetap berkoordinasi dengan Tim Transisi yang diketuai Wapres Jusuf Kalla, sesuai dengan amanat Mahkamah Partai Golkar.
"Silakan berkoordinasi dengan Tim Transisi. Siapapun penyelenggaraannya kami tidak memasalahkan, asal peserta munaslub mencakup seluruh elemen kedua kubu, misalnya DPD tingkat I dan II dari kedua kubu dilebur," kata dia.
Leo menekankan, apa yang diutarakannya ini mewakili keinginan Ketua Umum Golkar hasil Munas Jakarta, Agung Laksono.
"Saya ini Ketua DPP (hasil Munas Jakarta). Apa yang saya utarakan mewakili (Agung Laksono), saya bertanggung jawab," kata Leo.
Mengenai pengisi jabatan ketua umum mendatang, Leo secara pribadi sependapat dengan usulan sesepuh Golkar BJ Habibie, yakni memberikannya kepada kader muda guna regenerasi kepemimpinan.
(mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya