Puti Soekarno pecahkan kebuntuan lima hari drama Pilgub Jatim
Merdeka.com - Beberapa hari terakhir, para petinggi partai politik nyaris tak tidur. Sejumlah pertemuan digelar secara tertutup. Deretan nama dikaji peluang, untung dan ruginya. Namun semua masih buntu.
Episode politik di Jawa Timur ini bermula saat Abdullah Azwar Annas mengembalikan mandat sebagai calon wakil gubernur ke PDI Perjuangan, Sabtu (6/1) lalu.
Bukan perkara mudah bagi PDIP mencari pengganti sosok bupati Banyuwangi ini. Calon yang diajukan harus sreg dengan Gus Ipul dan Partai Kebangkitan Bangsa yang jadi sekutu mereka di sana. Harus pula mempertimbangkan popularitas dan elektabilitasnya di Jatim. Lawan mereka Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sama sekali tak bisa diremehkan. Salah pilih wakil bisa berarti mengantar kekalahan Gus Ipul yang dua kali incumbent wagub Jatim.
Sejumlah nama disodorkan. Ada nama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. Sosoknya dinilai kuat di daerah Mataraman, daerah sebelah barat Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Bojonegoro.
Tapi nama Ipong kemudian mental dari bursa Cawagub PDIP. Munculah Singa dari Surabaya, Tri Rismaharani. Namun Risma memilih tetap memimpin Surabaya daripada menerima tawaran ini. Kader PDIP sempat berang, secara tersirat mereka mengkritik Risma yang dianggap tak memenuhi perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Bupati Ngawi Budi 'Kanang' Sulistiono dan Sekretaris DPD Jatim Sri Untari.
Selasa (9/1), Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP sudah mengantongi tiga nama. Mereka adalah Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Bupati Ngawi Budi 'Kanang' Sulistiono dan Sekretaris DPD Jatim Sri Untari.

Ada juga kabar gembira buat kubu ini. Beberapa partai dikabarkan akan masuk koalisi mendukung Gus Ipul.
Benar saja, malamnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar deklarasi mendukung Gus Ipul.
Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur Arif Hari Setiawan, mengaku dukungan ke Gus Ipul merupakan sudah dilakukan komunikasi cukup lama, sejak tahun 2017. Sebelum partai lain memberikan dukungan pada Gus Ipul.
Gus Ipul mengungkapkan, bahwa dukungan PKS pada dirinya sudah dilakukan sejak dua periode lalu dalam pemilihan gubernur.
"Ini bentuk komunikasi yang terus dilakukan. Saya minta dukungan PKS ini atas arahan kiai. Sebagai sesama Aswaja (Ahlussunnah wal jama'ah) yang mencintai NKRI seperti yang selama ini saya yakini dan perjuangkan," kata Gus Ipul.
Tak cuma PKS, Partai Gerindra juga memberikan dukungan pada Gus Ipul. Mereka berterus terang koalisi yang mereka bangun bersama PKS dan PAN gagal mencari calon alternatif selain Gus Ipul dan Khofifah. Namun PAN tak ikut mendukung Ipul, mereka menyeberang ke kubu Khofifah.
Partai pendukung bertambah, namun calon pendamping Gus Ipul masih belum ditemukan.
Saat itu terdengar nama Puti Guntur Soekarno. Selasa (9/1) malam, namanya makin santer terdengar. Namun sejumlah petinggi PDIP bungkam soal Puti. Ada yang sempat mengelak dan mengatakan nama anggota Komisi X DPR RI itu tak masuk dalam bursa calon.

Rabu (10/1) pagi, nama Puti makin keras terdengar. Adalah Ketua Bappilu PDIP Bambang Dwi Hartono yang pertama kali membenarkannya. "Ya benar, tapi nantilah" elak Bambang.
Sinyal itu makin menguat saat ada surat mandat yang ditandatangani langsung oleh Megawati. PKB pun menyatakan setuju jika Puti yang dipilih PDIP.
Ketua Desk Pilkada DPP PKB, Daniel Johan mengungkapkan, Gus Ipul merupakan cicit KH Bisri Syansury, salah satu pendiri Nadhatul Ulama. Kemudian dia akan digandengkan dengan Puti yang diketahui adalah cucu Proklamator RI Soekarno.
"Pasangan pas karena cicit pendiri NU dan cucu pendiri republik," katanya.
Puti disebut sosok muda dan wibawa. Untuk itu, Daniel memprediksi Puti dapat membantu mendongkrak elektabilitas Gus Ipul di Pilgub Jatim.
Tepat di hari ulang tahunnya akhirnya PDIP mengumumkan menunjuk Puti Guntur Soekarno sebagai cawagub Gus Ipul.
"Ibu Ketum telah mengambil keputusan bahwa sebagai calon gubernur yang mendampingi Gus Ipul adalah mbak Puti Guntur Soekarno," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto usai HUT PDIP, Rabu (10/1).
Puti ditunjuk setelah pertimbangan dari kiai Jawa Timur, juga atas persetujuan Gus Ipul langsung. Juga telah pertimbangan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Puti disebut sebagai sosok yang mampu menyatukan antar PDIP dan NU.
"Setelah menimbangkan dengan matang dengan memperhatikan masukan dari para kiai dari keluarga besar NU dengan semangat berpegang teguh kepada sejarah dan kebersamaan persaudaraan serta kultur yang sudah dibangun antara NU PDIP, PDIP NU, setelah menerima masukan dari Gus Ipul," kata dia.
Di atas kertas kekuatan Gus Ipul-Puti Soekarno cukup kuat. PKB akan menggarap kaum santri, PDIP-Gerindra menargetkan kaum nasionalis sementara PKS akan menggarap pemilih Muslim lainnya.
Namun politik tetap sulit ditebak. Akankah pasangan ini meraih kemenangan?
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya