Puisi-puisi politis kubu Prabowo
Merdeka.com - Berbagai cara dilakukan politikus di tahun pemilu untuk menyindir, mengkritik atau bahkan menyerang lawan politiknya. Mulai dari serangan lugas ke jantung lawan, sampai dengan sindiran halus lewat puisi.
Puisi berbau politis ini yang belakangan dilontarkan kubu Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto . Diduga kuat semua puisi kubu mantan Danjen Kopassus itu ditujukan untuk kubu Jokowi yang dibekingi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Berita terkait Prabowo Subianto bisa diakses di Liputan6.com
Berikut tiga puisi itu:
Puisi Santun oleh Prabowo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comCapres Partai Gerindra Prabowo Subianto membacakan puisi saat menjadi jurkamnas Partai Gerindra dalam kampanye terbuka di lapangan Wagimin Jambe Tabanan, Bali, 17 Maret lalu. Puisi itu berjudul 'Santun'.SantunBoleh berbohong asal santunBoleh mencuri asal santunBoleh korupsi asal santunBoleh menipu rakyat asal santunBoleh menjual negeri pada orang lain asal santunBoleh merampok asal santun
Puisi Airmata Buaya oleh Fadli Zon
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKali ini puisi ditulis oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Berjudul 'Airmata Buaya', puisi ini disebar keponakan Taufiq Ismail itu lewat email ke sejumlah redaksi media pada 26 Maret lalu.Airmata BuayaKau bicara kejujuran sambil berdustaKau bicara kesederhanaan sambil shopping di SingapuraKau bicara nasionalisme sambil jual aset negaraKau bicara kedamaian sambil memupuk dendamKau bicara antikorupsi sambil menjarah setiap celahKau bicara persatuan sambil memecah belahKau bicara demokrasi ternyata untuk kepentingan pribadiKau bicara kemiskinan di tengah harta bergelimpanganKau bicara nasib rakyat sambil pura-pura menderitaKau bicara pengkhianatan sambil berbuat yang samaKau bicara seolah dari hati sambil menitikkan air mataAir mata buayaFadli Zon, 26 Maret 2014
Sajak Seekor Ikan oleh Fadli Zon
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIni adalah puisi kedua Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang disebarnya lewat email ke kantor redaksi media dalam musim kampanye pemilu. Disebar kemarin, puisi ini berjudul 'Sajak Seekor Ikan'."Saya bikin cuma lima menit. Ini ekspresi saya aja, saya memang suka bikin puisi," kata Fadli saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (29/3).Fadli menolak menjelaskan makna dari puisi yang dia tulis, termasuk tentang frasa ikan 'kerempeng dan lincah' di dalamnya."Masak seorang yang menulis puisi juga harus menerangkan artinya. Biar kritikus sastra sajalah yang ngomong," kata Fadli.Ditanya apakah puisi ini bersifat politis untuk menyindir Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi), pesaing Prabowo, yang memang kerempeng dan lincah, Fadli tidak membantah dan tidak juga membenarkan."Interpretasi bisa-bisa saja, namanya juga interpretasi, ini demokrasi. Saya bicara tentang seekor ikan yang punya banyak habitat," elaknya.Berikut isi lengkap puisi tersebut:Sajak Seekor IkanSeekor ikan di akuariumKubeli dari tetangga sebelahWarnanya merahKerempeng dan lincahSetiap hari berenang menariMenyusuri taman air yang asriMenggoda dari balik kacaMenarik perhatian siapa sajaSeekor ikan di akuariumMelompat ke sungaibergumul di air derasTerbawa ke laut lepasDi sana ia bertemu ikan hiu, paus dan guritaMenjadi santapan ringan penguasa samuderaFadli Zon, 29 Maret 2014
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya