Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PSI Sarankan Stafsus Jokowi yang Minta Dukungan Camat Agar Mengundurkan Diri

PSI Sarankan Stafsus Jokowi yang Minta Dukungan Camat Agar Mengundurkan Diri Founder sekaligus CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyarankan Staf Khusus Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra, untuk mengundurkan diri. Saran ini disampaikan setelah gaduh surat dari Andi dengan kop Sekretariat Kabinet yang meminta camat mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek menanggulangi Covid-19.

"Dalam demokrasi yang mapan, pejabat publik mengundurkan diri karena kesalahan adalah hal biasa. Mungkin Mas Taufan bisa memberi contoh, membuat tradisi baru, dengan kesadaran pribadi mau mengundurkan diri," kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Menurut Isyana, konflik kepentingan terlihat jelas dari isi surat tersebut.

"Ada konflik kepentingan dalam surat yang tidak seharusnya dilakukan seseorang yang memiliki jabatan sangat penting," ungkap Isyana.

Meskipun Andi sudah meminta maaf, namun terkesan sebatas permohonan maaf pribadi. Padahal surat yang dikirimnya dengan menggunakan kop Sekretariat Kabinet.

"Memang Mas Taufan sudah meminta maaf, tapi tidak menggunakan kop surat yang sama, yaitu Sekretariat Kabinet. Juga di bawah tanda tangan dan nama hanya bertuliskan email pribadi,” lanjut Isyana.

Dalam situasi sulit sekarang, para pembantu presiden diharapkan tidak menambah berat beban Jokowi.

"Setiap langkah dan pernyataan harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP