Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'PSI ingin numpang tenar ke Gerindra'

'PSI ingin numpang tenar ke Gerindra' pemimpin Parpol bertemu di pengundian. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pidato politik Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang diunggah di laman Facebook resmi Gerindra menuai polemik. Dalam video itu, Prabowo mengaku mendapatkan kajian tentang nasib Indonesia di 2030 yang diprediksi bakal bubar. Prabowo merujuk kajian dari sebuah buku yang dibuat oleh ahli intelijen dari luar negeri.

Namun, kritik langsung menyasar Prabowo usai pidato itu viral. Salah satunya, Partai Solidaritas Indonesia pimpinan Grace Natalie. PSI menilai, Gerindra dikenal kerap menyuarakan narasi anti asing. Sementara Prabowo sebagai pilot partai merujuk dari kajian luar negeri.

Menanggapi itu, Wasekjen Gerindra Andre Rosaide mengatakan, pernyataan itu hanya karena ingin numpang eksis. Contohnya, dari soal Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang menilai Waketum Gerindra Fadli Zon terkait masalah hoaks.

"PSI itu ingin numpang tenar ke Gerindra. Mulai dari Raja Juli yang pengen numpang tenar ke bang Fadli Zon," kata Andre lewat pesan kepada merdeka.com, Jumat (23/3).

PSI dikenal partai yang berbasis anak muda dan baru terjun di kancah politik. Sedangkan, Gerindra sudah berusia 10 tahun dan telah memiliki 73 kursi di DPR.

"PSI itu numpang tenar ke Gerindra. Wajar karena partai baru, supaya cepat populer coba mengaitkan diri dengan Gerindra," ujar Andre.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP