PSI: Bedakan antara Syariah Islam dan Perda Syariah
Merdeka.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli meminta agar semua pihak membedakan antara Syariah Islam dan Perda Syariah. Hal ini terkait munculnya seruan tidak memilih partai yang menolak perda syariah yang disampaikan tokoh agama di Sumatera Barat.
Menurut Guntur, seruan itu disinyalir merupakan respons pernyataan Ketua Umum PSI, Grace Natalie yang menolak Perda berbasis agama. Guntur menegaskan, PSI justru merupakan partai yang memuliakan agama.
"Kalau syariah itu langsung dari Allah SWT, syariah itu bersifat suci dia mulia dan dia itu selalu kontekstual dan universal, tetapi Perda Syariah itu bikinan manusia, bikinan DPRD, bikinan eksekutif dari pemerintah daerah. Jadi itu dua hal yang harus dibedakan," kata Guntur melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/11).
Atas dasar itulah, lanjut Guntur, PSI tidak menginginkan agama dijadikan sebagai alat politik. "PSI melihat agama ingin pada tempatnya, bukan dijadikan sebagai alat bagi politik," tukasnya.
PSI, kata Guntur, tidak akan mempersoalkan perbedaan pendapat terkait sikap menolak perda syariah. "Karena apa yang disampaikan PSI itu berdasarkan temuan-temuan dan penelitian yang sudah ada. Tapi kalau ada yang berbeda pendapat silakan, kita tidak akan mempersoalkan hal itu," pungkasnya.
Untuk diketahui, Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal, melalui akun media sosial Facebook milik pribadinya menyerukan kepada umat Islam agar tidak memilih partai politik dan pemimpin yang diusung oleh partai yang menolak Perda Syariah.
"Bila berita itu benar adanya, maka dengan berserah diri kepada Allah SWT, saya Gusrizal Gazahar menyatakan kepada seluruh umat Islam di negeri ini khususnya di Ranah Minang:HARAM HUKUMNYA MEMILIH PARTAI DAN SIAPAPUN YANG DIUSUNG OLEH PARTAI TERSEBUT !!!" tulisnya melalui akun Facebook Buya Gusrizal Gazahar yang diunggah pada Minggu (15/11/2018) pukul 09.49 WIB.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW PSI Sumbar Febri Wahyuni Sabran mengaku sudah mengklarifikasi atau melakukan tabayyun terhadap Buya Gusrizal Gazahara, terkait berita yang berkembang tentang 'Fatwa Haram Memilih PSI'.
Menurut Febri, Buya Gusrizal menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan haram untuk memilih PSI. "Kami menilai sepertinya ini sengaja dibuat dengan maksud mengganjal dan menakut-nakuti anak-anak muda di politik," ujarnya.
Karena itu, Febri mengajak kepada masyarakat agar Arif dan bijak dalam bermedia sosial. Selain itu, kita juga harus berhati hati dalam menerima dan membagikan informasi. "Ketika informasi yang disampaikan tidak benar berarti kita sudah menyebar fitnah. Hal ini tidak hanya merugikan pribadi tapi juga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya