Prihatin kisruh PPP, MUI minta pengurus berdamai
Merdeka.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, mendorong kisruh di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) segera diselesaikan dengan damai. Umat Islam turut prihatin atas kemelut yang menimpa partai berlambang kabah itu.
"DPP PPP harus melakukan islah secara beradab dan bermartabat berdasar konstitusi partai, Alquran dan Hadist," kata Din di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (21/4).
Seperti diberitakan sebelumnya Partai Kabah terbelah. Kubu pengurus yang dimotori Waketum Emron Pangkapi menolak langkah politik Suryadharma Ali membangun koalisi PPP - Gerindra. Sekjen Romahurmuziy (Romi) membatalkan pemberhentian sejumlah fungsionaris partai. SDA juga diberhentikan sementara oleh Rapimnas kubu Emron Pangkapi dan Romi.
Topik pilihan: Koalisi Partai Islam | Pemilu Ulang | Gerindra
"Secara khusus tidak membicarakan PPP tapi secara umum kami (MUI) prihatin. Tentu kami semua mendorong untuk adanya islah (rekonsiliasi) pihak-pihak yang berselisih jangan sebaliknya," kata Din.
Di samping itu, MUI berharap penyelesaian kisruh di partai kabah dilakukan dengan kepala dingin. Duduk bersama merupakan cara yang bijak. Walau begitu, Din tak mau mencampuri internal PPP.
"Kita tidak campur tangan masalah politik. Biarkan mereka (PPP) belajar dan selesaikan sendiri," kata Din.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya