Presiden Jokowi: Jangan terpengaruh kabar bohong dan fitnah
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mewanti-wanti seluruh rakyat Indonesia untuk tidak mudah percaya informasi hoaks dan fitnah yang makin massif. Berita bohong dan fitnah semakin kencang di tahun politik.
"Sudah masuk tahun politik, ada fitnah, kabar bohong, saling cela, menjelekkan, jangan terpengaruh. Cek betul kalau orang kasih informasi" tegas Jokowi saat membagikan 7.000 sertifikat tanah untuk warga Kabupaten dan Kota Bogor di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/9).
Salah satu kabar bohong musiman yang terus menerus muncul di publik adalah soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, Jokowi mengaku sudah menjadi korban isu PKI.
"Presiden Jokowi itu PKI, banyak di medsos seperti itu. Ada yang percaya, padahal PKI ada tahun 1965, saya lahir 1961. Masak ada PKI balita," kata Jokowi disambut tawa warga.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan seluruh rakyat Indonesia harus tetap rukun di tahun politik. Meski berbeda pilihan politik di Pemilu 2019, hubungan dengan sesama anak bangsa, tetangga, maupun saudara harus dijaga.
"Aset terbesar bangsa kita adalah persatuan. Jangan sampai, saya titip karena pilihan bupati, gubernur, walikota, presiden, kita jadi terpecah belah, jangan," pesannya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya