Pramono Anung: Gaji bersih DPR tak lebih dari Rp 20 juta
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Pramono Anung tidak sependapat dengan data Independen Parliamentary Standards Authority (Ipsa) dan IMF yang menyebut bahwa gaji DPR Indonesia yang terbesar keempat di dunia. Menurut dia, penilaian gaji harus dilihat dari berbagai aspek.
Pramono mengatakan, anggota DPR harus kembali ke daerah pemilihan (dapil) setiap saat. Sistem demikian, dia melanjutkan, yang mengharuskan setiap anggota mengeluarkan uang banyak.
Bahkan dia menyebut anggota DPR hanya bergaji bersih sekitar Rp 20 juta setiap bulanya. Sementara untuk bisa kembali terpilih menjadi anggota DPR, anggota dewan harus mengeluarkan kocek paling tidak Rp 2 miliar.
"Saya tidak tahu apakah nomor 4 atau tidak, yang jelas DPR tiap waktu harus kembali ke dapil. Dalam sistem seperti ini rata-rata anggota DPR punya take home pay yang disimpan tidak lebih dari Rp 20 juta. Tapi untuk maju lagi butuh Rp 2 miliar," jelas Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/9).
Oleh sebab itu, dia melihat bahwa hasil temuan Ipsa dan IMF tidak bisa digeneralisir. Apalagi, dibandingkan dengan kinerja dewan selama ini. "Gaji itu harus dilihat dari banyak sisi," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, data Ipsa dan IMF terbaru, Indonesia berada di peringkat keempat dengan gaji anggota DPR paling besar di dunia. Data ini juga dirilis majalah Economist edisi 20-26 Juli 2013.
Berapa sebenarnya gaji anggota DPR di Indonesia hingga menjadi salah satu terbesar sejagat. Menurut data yang diperoleh merdeka.com, seorang anggota DPR yang duduk di kursi legislatif itu setiap bulannya mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 15.510.000.
Sementara mereka juga masih mendapatkan tunjangan listrik Rp 5.496.000, tunjangan aspirasi Rp 7.200.000, tunjangan kehormatan Rp 3.150.000, tunjangan komunikasi Rp 12 juta, dan tunjangan pengawasan Rp 2.100.000.
Apabila ditotal, jumlah bersih yang diperoleh seorang anggota DPR tiap bulan yakni Rp 46.100.000. Sehingga setiap tahunnya para anggota DPR mengantongi gaji sebesar Rp 554 juta. Asumsi ini tak berbeda jauh dengan data Ipsa dan IMF yang menyebut gaji anggota DPR di Indonesia USD 65.000 per tahun. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya