Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prabowo setuju dengan kesepakatan WTO di Bali

Prabowo setuju dengan kesepakatan WTO di Bali Prabowo seminar di UI. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Partai Gerindra menyatakan setuju dengan hasil Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) IX di Bali. Sebab, keputusan itu dianggap mampu memberi ruang bagi para petani dan nelayan.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan, dirinya memang sempat khawatir terkait keputusan itu. Namun setelah mendapat penjelasan, dirinya malah menganggap ini lebih baik.

"Jadi yang tadinya kita khawatir, ada ruang kita untuk membela. Dari persetujuan itu, laporan yang saya terima, komoditas tertentu, kita masih boleh pasang tarif harga 60 persen. Jadi lebih baik dari sebelumnya," jelas Prabowo saat jumpa pers di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Senin (23/12).

Adanya keputusan WTO IX, lanjut Prabowo, membuat kita boleh melindungi para petani, sepanjang boleh dilindungi. Bahkan, hal ini bisa dikatakan sebagai kemenangan bagi Indonesia.

Bahkan, calon presiden partai Gerinda ini juga menegaskan kembali kalau keputusan di Bali beberapa waktu lalu itu dapat membantu juga melindungi petani dan nelayan.

"Jadi Gerindra akhirnya tidak terlalu kecewa dengan pertemuan itu," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, setidaknya ada 3 aspek kepentingan yang berhasil disepakati di dalam KTM WTO IX di Bali.

Paket pertama adalah paket pertanian (agricultural) di mana proteksi negara berkembang diberikan oleh negara maju. Negara maju juga berkomitmen untuk mengurangi subsidi pertaniannya.

Paket yang kedua adalah paket untuk negara miskin atau Least Development Countries (LDCs), di mana negara miskin mendapatkan kemudahan sistem lalu lintas dan fasilitas perdagangan yang bisa dilakukan oleh negara tersebut.

Sedangkan paket ketiga adalah fasilitasi perdagangan (trade facility) yang digunakan untuk meningkatkan peningkatan kapasitas pelayanan dari negara miskin dan negara berkembang. Cara ini dilakukan dengan catatan bantuan dari negara maju baik bantuan secara financial (keuangan) maupun transfer teknologi. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP