Prabowo minta tunda rekapitulasi, ini 4 reaksi kubu Jokowi
Merdeka.com - Hasil penghitungan dan rekapitulasi suara nasional Pilpres 2014 akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli besok. Namun, rencana ini diminta ditunda oleh kubu Prabowo - Hatta dengan alasan ditemukan sejumlah kecurangan.
"Kami meminta ditunda sampai 1 bulan. Sesuai undang-undang pasal 158 ayat 2," ujar Firman Wijaya, salah satu anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, di Rumah Polonia, Jakarta, Sabtu (19/7).
Permintaan ini pun direspons oleh kubu Jokowi - JK, yang disebut sebagai pemenang oleh sejumlah hasil real count, seperti kawalpemilu.org. Berikut 4 reaksi kubu Jokowi:
Jokowi: Ngapain ditunda?
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comCalon presiden dengan nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) mengaku bingung dengan permintaan penundaan rekapitulasi oleh kubu Prabowo-Hatta. Sebab tidak ada alasan untuk melakukan itu."Ada apa, gak ada apa-apa ngapain ditunda?" jelas Jokowi usai buka bersama dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (20/7).Jokowi menambahkan, apapun hasil yang akan disampaikan oleh KPU akan tetap diterimanya. Sebab itu sudah menjadi dari kehendak rakyat, dan dia tunduk akan hal tersebut."Sudah saya sampaikan bolak-balik, kita tunduk pada konstitusi. Tunduk pada kehendak rakyat," tutupnya.
JK: UU bilang tanggal 22, ya tanggal 22
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comCalon wakil presiden nomor urut dua Jusuf Kalla (JK) juga menyebut tidak ada alasan untuk menunda penetapan hasil Pilpres. Menurut JK, penetapan pada 22? Juli sudah sesuai aturan."Sesuai dengan undang-undanglah. Kalau undang-undang bilang tanggal 22 ya tanggal 22. Itu bukan kemauan kita (Jokowi-JK). Kalau ada yang tidak mau berarti nyalahin undang-undang," tegas JK usai buka puasa bersama di Istana semalam.
Tjahjo yakin KPU tak gubris permintaan Prabowo-Hatta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo yakin Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak akan menggubris permintaan kubu Prabowo-Hatta untuk menunda penetapan hasil Pilpres 2014. Dia yakin KPU akan bersikap konsisten."Kami serahkan semua kembali kepada KPU. Tapi sejak awal semua sudah sepakat mengikuti tahapan pilpres ini sesuai jadwal bersama. Kalau perlu seperti pileg kemarin, sampai pukul 24.00 pun perhitungan selesai. Saya yakin KPU tetap konsisten," kata Tjahjo di Markas Tim Pemenangan Jokowi-JK, di Jakarta, Minggu (20/7).
Nusron Wahid: Prabowo-Hatta lakukan akrobat politik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Umum GP Ansor yang juga pendukung Jokowi-JK, Nusron Wahid menilai usulan kubu Prabowo-Hatta agar KPU menunda penetapan hasil pilpres adalah sebuah akrobat politik. Nusron meminta kubu Prabowo-Hatta bersikap negarawan dan legowo apapun hasil pilpres."Kalau kalah dan di luar pemerintah juga mulia dan terhormat. Memberikan kritis dan konstruktif. Rakyat juga membutuhkan itu. Kok kesannya tidak siap kalah. Almarhum Gus Dur pernah menyebut katanya tokoh yang paling ikhlas. Buktikan dan jangan kecewakan Gus Dur dong," kata Nusron, Minggu, (20/7).
(mdk/gib)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya