PPP tanggapi tudingan Demokrat: Tidak ada kamus bajak membajak di kubu Jokowi
Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklarifikasi tudingan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf bersikap arogan membajak kader Demokrat. Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menegaskan koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf sama sekali tidak pernah membajak kader-kader Demokrat untuk bergabung mendukung jagoannya.
Sejumlah kader Demokrat yang disebut telah menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf diantaranya Gubernur Jatim Soekarwo, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Gubernur Papua Lukas Enembe, Deddy Mizwar.
"Tidak ada kamus bajak membajak dalam tim kami," kata Awiek sapaan akrab Baidowi saat dihubungi merdeka.com, Rabu (12/9).
Awiek mengatakan pihaknya juga tidak pernah memaksa kader partai kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. Bergabungnya kader-kader Demokrat ke kubu Jokowi-Ma'ruf dilakukan setelah melalui komunikasi dua arah.
"Kalau pun ada kader parpol sebelah yang bergabung dengan kami. Itu bagian dari proses komunikasi alamiah bukan pemaksaan," tegasnya.
Dia menduga alasan kader partai di koalisi Prabowo-Sandi gabung ke Jokowi-Ma'ruf karena telah melihat fakta soal keberhasilan pemerintahan Jokowi.
"Tentu mereka yang bergabung lebih melihat track record dan fakta lapangan bahwa program Jokowi cukup berhasil. Dengan pilihan langsung seperti ini memang rentan adanya perbedaan sikap antara struktur dan kultur," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, apa yang disampaikan Timses Jokowi hanyalah klaim sepihak.
"Itu semua klaim-klaim dari kubu Jokowi yang merasa berhak dan merasa bisa seenaknya dan semaunya kepada pejabat negara karena merasa berkuasa," ucap Ferdinand saat dikonfirmasi, Selasa (11/9).
Dia menuturkan, sebenarnya hati Pakde Karwo ingin terus bersama Demokrat. Namun, dirinya menyebut apa yang dilakukan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf sangat arogan.
"Kami mengerti betul dan tahu betul situasi kebatinan Pakde Karwo yang sesungguhnya ingin terus bersama Partai Demokrat. Namun ulah dan perilaku Timses Jokowi-Ma'ruf ini seperti arogan sekali memasukkan nama seseorang jadi tim mereka. Seolah mereka paling berhak menentukan pilihan politik seseorang," ungkap Ferdinand.
Dia meminta, agar Tim Jokowi-Ma'ruf tak melakukan pembajakan lagi. Bahkan sampai menarik kader Demokrat.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya