Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PPP Tak Yakin Suara yang Tak Puas dengan Kinerja Jokowi Masuk ke PKS

PPP Tak Yakin Suara yang Tak Puas dengan Kinerja Jokowi Masuk ke PKS Jokowi Pimpin Rapat Kabinet Paripurna Perdana di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengincar suara masyarakat yang kecewa dengan kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengutip angka masyarakat yang tidak puas terhadap Jokowi tinggi menurut survei. Syaikhu bilang, jika mengambil suara itu di Pileg 2024, PKS bisa berpotensi menjadi partai besar.

Menanggapi hal itu, politikus PPP Achmad Baidowi menilai, wajar PKS mengincar suara masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi. Namun, menurutnya, mengutip survei kepuasan publik saat ini belum bisa menjadi acuan.

"Biasa saja justru kalau dia mengincar suara yang puas dengan kerja pak Jokowi itu keliru, namanya kebalik. Namun begini, survei kepuasan publik yang dipublikasikan setahun pemerintahan itu belum bisa menjadi ukuran karena Pemilu masih lama," ujar politikus yang akrab disapa Awiek melalui pesan singkat, Selasa (291/12).

Ada Demokrat dan PAN

Dia mengatakan, hasil survei kepuasan publik itu dinamis. Satu tahun pemerintahan belum bisa jadi acuan. Perombakan kabinet bisa mengubahnya.

"Setidaknya nanti tahun ketiga itu baru bisa membentuk opini kalau sekarang bisa berubah lagi prosesnya gitu," katanya.

Namun, Awiek mengingatkan PKS, suara masyarakat yang kecewa terhadap Jokowi belum memastikan akan berlabuh ke satu partai. Apalagi masih ada Demokrat dan PAN yang berada di luar pemerintahan.

"Tapi apapun itu hak PKS dan di luar ada Demokrat dan ada PAN. Namun demikian tidak semuanya yang tidak puas dengan Pak Jokowi tentu juga akan simpati ke satu partai," ucapnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP