PPP Ingatkan Fadli Kalau Gerindra Mau Gabung Jangan Kritik Pemerintah
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyoroti sikap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang kerap kali mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut Arsul jika Gerindra ingin bergabung dalam koalisi Jokowi periode 2019-2024 maka kritikan itu tidak relevan.
"Ya harus ditanyakan, kepada teman Gerindra. Kalau ingin masuk koalisi pemerintahan, apakah mengkritisi itu tadi itu kan pas atau tidak," kata Arsul pada wartawan, Rabu (7/8).
Arsul mengatakan kritikan terutama soal kritik listrik padam di sejumlah daerah menandakan negara salah urus sangat tidak sejalan dengan koalisi Jokowi. Apabila selalu mengkritik akan memengaruhi chemistry dengan partai koalisi lainnya.
"Karena kalau bagi kami, yang di koalisi Indonesia kerja tidak pas dong, karena menjadikan chemistry yang ada di dalam dan baru datang itu akan berbeda," ungkapnya.
Tambahnya, selama ini kritikan Fadli dianggap berlebihan. Meskipun Arsul sadar mengkritik adalah fungsi dari lembaga DPR.
"Karena kalau bagi kami, yang di koalisi Indonesia kerja tidak pas dong, karena menjadikan chemistry yang ada di dalam dan baru datang itu akan berbeda," ucapnya.
Sebelumnya, Fadli Zon mengatakan padamnya listrik disejumlah daerah menandakan Indonesia salah urus. Dia pun meminta ada yang segera bertanggungjawab atas pemadaman tersebut.
"Menurut saya harus ada orang yang bertanggung jawab. Orang itu mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaannya, kan diberi amanah untuk itu," kata Fadli saat sampai gedung DPR/MPR Nusantara III, Jakarta Pusat, Senin (5/8).
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya