Popularitas tinggi tapi elektabilitas rendah bikin Pilgub DKI sengit
Merdeka.com - Jelang Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang para bakal calon Gubernur mulai meningkatkan sosialisasi serta saling bertukar pikiran. Hal ini pula yang dilakukan Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Menurut pengamat politik Eep Saefulloh Fatah hal ini wajar saja dilakukan. Eep menilai pertarungan untuk merebut kursi nomor satu di Jakarta sangat sengit. "Jakarta ini tempat yang atraktif bagi siapapun karena ini Ibu Kota Negara, pertarungan di sini sangat sengit dan tokoh-tokoh sangat penting," kata Eep di restoran bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, usai bertemu dengan Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno, Sabtu (12/3).
Dia mengatakan antara elektabilitas dan popularitas dalam pertarungan Pilgub di Jakarta hampir selalu tidak sama, berbeda dengan Pilgub di daerah. Dia mencontohkan saat Pemilihan Wali Kota Surabaya dan Bupati Banyuwangi tahun 2012 silam, kedua komposisi yang dimiliki oleh para calon seimbang baik dari elektabilitasnya atau popularitas.
Alasan itu yang menurut Eep pemilihan di daerah cukup 'tenang' berbeda dengan pemilihan di Jakarta. "Di Surabaya dan Banyuwangi incumbent punya popularitas tinggi dan elektabilitas yang sangat tinggi juga. Lampaui 70 persen dalam survei-survei, kalau itu kompetisi enggak begitu sengit. Cari lawan saja susah," tuturnya.
"Di Jakarta popularitas tinggi tapi elektabilitasnya enggak setinggi popularitasnya itu yang buat (persaingan Pilgub) begitu sengit," terangnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya