Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Poltracking: Kenaikan elektabilitas Anies-Sandi di atas Agus & Ahok

Poltracking: Kenaikan elektabilitas Anies-Sandi di atas Agus & Ahok Pengambilan nomor urut Cagub-Cawagub DKI 2017. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Lembaga Survei Poltracking Indonesia melakukan riset terkait perubahan tren elektabilitas dan peta kekuatan dukungan bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, elektabilitas ketiga pasangan calon naik untuk periode November 2016-Januari 2017.

Survei ini dilakukan pada 9-13 Januari 2017. Adapun metode riset yang digunakan adalah metode multi-stage random sampling. Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 800 orang dengan margin of error kurang lebih 3,45 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Direktur Eksekutif dan Riset Poltracking Indonesia, Hanta Yuda memaparkan, elektabilitas pasangan nomor urut satu Agus Harimurti-Sylviana Murni mengalami kenaikan relatif rendah dibanding dua pasangan lain. Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP ini hanya naik 2,33 persen.

"Pasangan nomor elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengalami kenaikan 2,33 persen, dari 27,92 persen (November 2016) menjadi 30,25 persen (Januari 2017)," kata Hanta di Hotel Oria, Jakarta, Kamis (19/1).

Sementara untuk jagoan PDIP, NasDem, Hanura dan Golkar, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, elektabilitasnya naik cukup signifikan sebesar 6,88 persen.

"Elektabilitas Ahok-Djarot kenaikan cukup signifikan 6,88 persen yakni dari 22 persen (November 2016) menjadi 28,88 persen (Januari 2017)," jelasnya.

Kenaikan paling tinggi pada pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Hanta menyebut jago Gerindra dan PKS ini mengalami kenaikan elektabilitas paling tinggi yakni 8,21 persen.

"Elektabilitas Anies-Sandi mengalami kenaikan yang paling signifikan 8,21 persen yakni dari 20,42 persen (November 2016) menjadi 28,63 persen (Januari 2017)," kata Hanta.

Semua kandidat masih memiliki peluang yang sama untuk bisa masuk di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Hal ini ditunjukkan dengan perbandingan angka elektabilitas ketiga pasangan calon yang tidak terlalu jauh.

"Semua kandidat masih sangat kompetitif, alias memiliki peluang yang sama untuk bisa masuk sekaligus tereleminasi di putaran pertama. Hingga saat ini, belum ada satu pun kandidat yang memiliki elektabilitas melejit tak terbendung," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP